#iniruangkuNasional

Daerah berjulukan Serambi Makkah Larang Perayaan Tahun Baru

Mediatataruang.com– Tahun 2020 tinggal hitungan hari dan Tahun 2019 akan segera berakhir. Jelang pergantian tahun tersebut, di tiap daerah biasanya akan diperingati dengan berbagai kegiatan mulai dari perayaan kembang api, petasan, terompet, dan kegiatan lainnya.

Meski pun demikian, tidak semua daerah memberikan izin warganya untuk merayakan pergantian tahun tersebut, salah satunya Provinsi Aceh. Daerah berjulukan Serambi Makkah ini secara tegas mengimbau warganya untuk tidak memeriahkan pergantian tahun Masehi itu.

Imbauan pelarangan itu pun tidak hanya disampaikan oleh pemerintah provinsi, namun juga hingga pemerintah setingkat kabupaten kota hingga lembaga Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU). Bahkan, untuk memastikan tidak adanya perayaan, pihak kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) serta lembaga lainnya pun dikerahkan untuk mengawasi.

Imbauan itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melalui surat bernomor 003.2/22093 yang diteken dan dikeluarkan pada Rabu 18 Desember 2019 lalu. Ada pun dalam surat tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh melarang warga menghidupkan kembang api, petasan, meniup terompet, balap, serta kegiatan yang tidak bermanfaat.

“Agar di malam pergantian tahun baru 1 Januari 2020 tidak melakukan perayaan seperti pesta kembang api, mercon/petasan, meniup terompet, balap-balapan kendaraan dan permainan/kegiatan lainnya yang tidak bermanfaat, bertentangan dengan Syariat Islam,” tulis Nova dalam surat tersebut.

Tak hanya melarang merayakan, masyarakat juga diimbau agar tidak memperjualbelikan hal-hal berbau perayaan malam tahun baru. Misalnya, tidak menjual petasan, terompet mau pun kembang api dan sejenisnya. Selain itu, warga juga diminta untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap satu dalam kesatuan.

“Memperkokoh kesatuan dan ketertiban di dalam kehidupan masyarakat,” ujar Nova dalam imbauan.

“Meningkatkan kepedulian dan menegakkan syariat Islam dengan tidak melakukan berbagai kegiatan yang dilarang agama serta melanggar Peraturan Perundang-undangan dan Qanun Syariat Islam,” sebutnya lagi pada poin terakhir surat.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto mengatakan, imbauan serupa juga telah dikeluarkan oleh sebagian wali kota maupun bupati di Aceh. Dalam pengamanan malam pergantian tahun tersebut, akan dikerahkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) untuk mengawal agar tidak adanya perayaan.

“Nanti akan dilakukan pengawalan oleh Dinas Syariat Islam dan Satpol PP-WH Aceh serta kabupaten kota,” pungkas Iswanto, Senin (30/12).

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close