HeadLineLifestyle

Dampak Covid-19 Menjadikan Fenomena Ekologis Baru “Normal Baru”

Mediatataruang.com-Normal baru atau new normal sedang hangat diperbincangkan sekarang ini, baik di tingkat global maupun didalam negeri. New normal perlu disikapi, lantaran pandemi sudah mengubah tatanan masyarakat dalam bersosialisasi, menjalankan aktivitasnya, aspek kesehatan, hingga aktivitas perekonomian secara keseluruhan.

Banyak orang yang masih awam dengan istilah ‘New Normal’ atau normal baru tersebut. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan ‘New Normal’ ?

Menurut Wikipedia bahwa ‘New Normal’ adalah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang mengacu pada kondisi keuangan setelah krisis keuangan 2007-2008 dan setelah resesi global 2008-2012. Istilah ini muncul dari konteks mengingatkan kepercayaan para ekonom dan pembuat kebijakan bahwa ekonomi industri akan kembali ke cara terbaru mereka setelah krisis keuangan 2007-2008. Istilah ‘New Normal’ sejak saat itu telah digunakan dalam berbagai konteks lain untuk menyiratkan bahwa sesuatu yang sebelumnya tidak normal telah menjadi biasa.

Menurut Roger McNamee, yang menciptakan istilah, ‘New Normal’ atau Normal Baru adalah suatu waktu dimana kemungkinan besar anda bersedia bermain dengan aturan baru untuk jangka panjang. Dalam ‘New Normal’ atau Normal Baru, lebih penting untuk melakukan hal-hal yang benar daripada menyerah pada tirani kepentingan.

Pemakaian frasa ‘New Normal’ mengacu pada perubahan perilaku manusia setelah pandemi ini, mengantisipasinya bahwa pandemi virus corona atau Covid-19 ini akan mengubah kehidupan sehari-hari bagi kebanyakan orang. Ini termasuk membatasi kontak antara orang- ke-orang lainnya, seperti jabat tangan dan pelukan. Selain itu, menjaga jarak dari orang lain, secara umum, kemungkinan akan bertahan.

Pada masa pasca pandemi ini akan tercipta perilaku dan kebiasaan baru yang berbeda dan berubah dari perilaku sebelumnya yang lebih peduli terhadap kesehatan dengan menjaga kekebalan tubuh, lebih membatasi pertemuan secara langsung dengan orang lain, baik itu dalam beribadah, belajar, bekerja dan berbelanja, dimana semua itu akhirnya lebih banyak dilakukan secara daring atau online, lebih menjaga jarak dengan orang lain saat menggunakan transportasi publik dan atau saat mengantri di perkantoran dan pertokoan.

Bahkan, kebiasaan melakukan video conference, meeting online ataupun online session, diperkirakan terus berlangsung, masyarakat dianjurkan menggunakan masker. Selain itu, banyak orang beralih kebiasaan untuk berjalan kaki, menggunakan sepeda atau kendaraan pribadi daripada kendaraan umum untuk berangkat kerja atau melaksanakan perjalanan yang singkat.

Aktivitas higienis akan meningkat. Mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer menjadi hal biasa. Kegiatan sanitasi dan bersih-bersih menjadi hal wajib di lingkungan rumah maupun pekerjaan. Selain itu, aktivitas digital akan bertumbuh. E-commerce diyakini tumbuh tinggi karena semakin banyak toko dan restoran menyediakan jasa pengiriman tanpa kontak fisik.

Sementara itu, new normal memunculkan peluang bagi kehidupan dengan adanya fenomena baru multi aspek yang membutuhkan telaahan baru. Aspek perubahan standard normal perilaku ini pada pemahaman konteks ekologi dan sosial akan memegang peranan penting agar dalam implementasinya nanti tak berbenturan satu sama lain saling bersinergi.

Adalah sudah menjadi konsekwensi logis terhadap tugasnya sebagai mahluk sosial dalam menetapkan pilihan dan kewajiban berkoloni dalam kebiasaan barunya.  (Sumber : Juniar Ilham)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close