#IniRuangku

Mentan dan Wagub Jabar Hadiri Panen Raya Padi di Garut

Mentan dan Wagub Jabar Hadiri Panen Raya Padi di Garut

Media Tata Ruang– Jelang panen raya padi di Desa Mancagahar, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman, Selasa (6/2/18).

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumer Daya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian RI, Dedi Nursyamsi, mengatakan lebih kurang ada 300 ha dari hamparan 764 ha sawah yang akan dipanen pada hari yang sama, sisanya akan berangsur dipanen sampai akhir Februari 2018.


Varietas padi yang dipanen dominan Varietas Ciherang dan sebagian lagi Varietas Mekongga ditambah varietas lainnya dengan produktivitas mencapai sekitar 8,3 ton/ha GKP atau 6.9 GKG. Harga gabah pada akhir 2017 mencapai 5.800 per kg. Saat ini harga gabah GKP berkisar Rp 4.500-4.800 per kg, sehingga ada penurunan Rp 1.000-1.300/kg.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa memasuki tahun keempat Kementerian Pertanian dibawah kewenangannya, pihaknya terus melakukan berbagai upaya dan terobosan, serta bantuan Pemerintah terus diberikan kepada para petani. “Mulai irigasi tersier kita perbaiki tiga juta hektar lebih di seluruh Indonesia. Dan itu pertama dalam sejarah,” ungkap Mentan.

Upaya lainnya yang dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian, yaitu pembangunan berbagai waduk. Selain itu, bantuan benih juga diberikan, hingga Pemerintah mengucurkan anggaran Rp 2 Triliun lebih untuk pembibitan.

“Hasilnya adalah Jagung yang dulunya kita impor 3,6 juta ton. Sekarang tidak ada impor bahkan kita sudah ekspor. Juga Beras pada tahun ketiga kita tidak ada impor. Bawang dulu langganan impor dari Thailand, sekarang kita sudah ekspor ke enam negara. Cabe dulu bergejolak, sekarang sudah stabil,” ujar Mentan.

Total luas panen di Kabupaten Garut pada Februari ini mencapai 22.972 ha dengan produktivitas 6.9 ton/ha GKG, sehingga produksi mencapai 158.506 ton GKG setara dengan 99.859 ton beras. Konsumsi beras per bulan di Kabupaten Garut berdasarkan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa sebesar 28.266 ton beras. Dengan demikian pada Februari 2018 Kabupaten Garut surplus beras sebanyak 71.593 ton.

Februari ini merupakan panen dengan lahan terluas, yaitu 22.972 ha dengan produksi 158.506 ton GKG atau setara 99.589 ton beras dan bulan Maret 19.242 ha dengan produksi padi 132.770 ton GKG setara 83.644 ton beras. Sementara areal sawah di Kabupaten Garut merupakan sawah irigasi teknis dan nonteknis yang tersebar di 42 Kecamatan.

Wagub Demiz menekankan bahwa pihaknya terus mendorong kesejahteraan serta berbagai fasilitas bagi para petani. Namun, dia pun meminta agar rantai pasok atau distribusi pangan khususnya beras harus terus dibenahi.

“Jangan sampai impor merugikan petani. Petani, kita dorong terus untuk menanam dan berproduksi sebaik-baiknya. Tapi belum tentu sejahtera andaikata tidak dibenahi rantai pasoknya. Belum tentu juga meringankan masyarakat kalau surplus padi tapi masyarakat membelinya dengan harga mahal. Kita harus meningkatkan produksi (pangan) kita dengan baik, sehingga betul-betul ketahanan pangan kita terjaga plus kesejahteraan petaninya juga meningkat dengan baik,” ucap Wagub.

Untuk itu, Jawa Barat tahun ini akan menggenjot pembangunan infrastruktur waduk untuk peningkatan produksi pangan. Kata Wagub, ada tujuh waduk yang sedang dan akan dikerjakan pada tahun ini. Selain itu, ada dua waduk yang dibangun untuk menanggulangi banjir dan persediaan air baku. Ketujuh waduk itu, ada di Sukamahi dan Ciawi (Bogor), Sadawarna, Cipanas (Subang-Sumedang), Matenggeng (Ciamis-Cilacap), Leuwi Keris (Ciamis-Tasikmalaya), dan Kuningan.

“Sukamahi dan Ciawi ini untuk buffer Jakarta, air baku, selain buat irigasi, dan PLTA. Pembebasan sudah selesai. Kemudian Sadawarna, antara Subang dengan Sumedang, ada juga Waduk Cipanas. Jadi di Sumedang ada tiga (waduk), Jatigede, Sadawarna, Cipanas. Kemudian Matenggeng, antara Ciamis dan Cilacap, ada juga Leuwi Keris antara Ciamis dan Tasikmalaya. Kemudian ada satu lagi proyek Waduk Kuningan,” papar Wagub usai acara panen raya.

“Sementara kita tahu, bahwa Cirebon Raya pasokan air bersihnya juga belum tercukupi. Ini (Waduk Kuningan) barang kali, salah satu tempat air baku untuk pasokan air bersih ke Cirebon Raya. Ada empat mininal fungsi utama dari waduk-waduk ini, yaitu irigasi, PLTA, mengendalikan banjir, dan pariwisata. Tujuh (waduk) kita bangun tahun ini mulainya. Kalau ngga beres, waduh. Kita harus jadi lumbung pangan terbaik,” pungkasnya.

Bagikan Artikel :
Click to add a comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#IniRuangku

More in #IniRuangku

Ditanya Soal Kemiskinan dan Tata Ruang, Calon Wagub DKI Kurang Paham Dinamika dan Kebutuhan Jakarta

MTR 04Februari 9, 2019

Debat Capres Putaran Kedua: Menilik Janji-Janji Jokowi-Ma’ruf soal Lingkungan Hidup

MTR 04Februari 9, 2019

Hotel Pullman Bandung Bakal Ditebang Empat Lantai

MTR 04Februari 8, 2019
BILLBOARD ADVERTISING

ALAMAT REDAKSI Jl Citamiang No. 34 BANDUNG 40115

Telp 08121.4950.000

Email : [email protected]

Copyright © 2017 Media Tata Ruang.