#IniRuangku

Tsunami Donggala, 5 Anggota Keluarga Hilang Terseret

Tsunami Donggala, 5 Anggota Keluarga Hilang Terseret

Media Tata Ruang – Sempat terjadi kesimpangsiuran mengenai isu tsunami akibat gempa berkekuatan 7,7 SR dengan pusat gempa 10 km pada 27 km Timur Laut Donggala, Sulawesi Tengah pada hari ini (Jumat, 28/9/2018) pukul 17.02 WIB. Ternyata gempa tersebut menyebabkan gelombang tsunami yang terjadi di pantai Talise Donggala dan Palu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwonugroho membenarkan terjadinya gelombang tsunami tersebut. Bahkan pihaknya telah mendapat laporan satu keluarga beranggotakan lima orang hilang terseret gelombang tsunami.


“Satu keluarga hilang tersapu tsunami besar,” jelas Sutopo dalam wawancara langsung dengan TVOne, Jumat pukul 20.00.

Namun ia menegaskan belum bisa memberikan informasi lebih detail di lapangan seperti tinggi dan jangkauan gelombang tsunami karena adanya beberapa kendala sambungan komunikasi. Pihaknya pun belum bisa menuju langsung ke tempat kejadian karena bandara di Sulawesi yang masih ditutup.

Diberitakan sebelumnya, dampak gempa yang bersumber dari Sesar Palu Karo  tersebut dirasakan di sekitar Kota Palu hingga ke utara di wilayah Kabupaten Donggala dengan intensitas gempa VI-VII MMI atau keras hingga sangat keras. Beberapa wilayah di Donggala meliputi daerah Parigi, Kasimbar, Tobolf, Toribulu, Dongkalang, Sabang, dan Tinombo memiliki intensitas gempa VI-VII MMI.

Pihaknya memperkirakan di daerah tersebut banyak mengalami kerusakan. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan SKPD lainnya. Laporan sementara banyak bangunan roboh.

Pada saat kejadian, masyarakat panik dan berhamburan keluar ruamah. Lalu saat peringatan dini tsunami diaktivasi, masyarakat merespon dengan mengungsi ke empat yang lebih aman. Hingga saat ini pendataan masih dilakukan, sementara gempa susulan terus berlangsung dengan kekuatan yang lebih kecil.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak berada di dalam rumah atau bangunan karena potensi gempa susulan dapat membahayakan. Masyarakat diimbau untuk berkumpul di daerah-daerah yang aman dengan tetap menghindari lereng-lereng perbukitan yang mudah longsor.

“Tetap gunakan informasi resmi dari BMKG, BNPB dan BPBD,” tegasnya. (atp)

Bagikan Artikel :
Click to add a comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#IniRuangku

More in #IniRuangku

Ditanya Soal Kemiskinan dan Tata Ruang, Calon Wagub DKI Kurang Paham Dinamika dan Kebutuhan Jakarta

MTR 04Februari 9, 2019

Debat Capres Putaran Kedua: Menilik Janji-Janji Jokowi-Ma’ruf soal Lingkungan Hidup

MTR 04Februari 9, 2019

Hotel Pullman Bandung Bakal Ditebang Empat Lantai

MTR 04Februari 8, 2019
BILLBOARD ADVERTISING

ALAMAT REDAKSI Jl Citamiang No. 34 BANDUNG 40115

Telp 08121.4950.000

Email : [email protected]

Copyright © 2017 Media Tata Ruang.