#iniruangkuHeadLine

Kaum Borjuis Dapat Memelihara Satwa Liar

Mediatataruang.com– Setelah mengunggah video berdurasi 15 menit 47 detik via youtube “Datangnya Kucing Oren Si Raja Hutan ke Rumah Gue” yang oleh Alshad Ahmad menjadi sorotan publik dan kritikan dari aktivis lingkungan. Video tersebut diunggah pada 30 Desember 2019.

Koordinator Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I Jabar), Dedi Kurniawan dengan mengunggah video tersebut, pihaknya kurang sepakat, karena mengarah terhadap pendidikan dan asumsi salah kaprah nantinya.

“Nanti orang-orang kaya berkeinginan hal yang sama. Kami minta dihapus semuanya,” ujar Dedi Gjuy sapaan Dedi Kurniawan.

Menurutnya, yang boleh mempertontonkan satwa hanya yang mempunyai izin Lembaga Konservasi (LK) dan mempunyai izin peragaan.

Dalam hal ini, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar Ammy Nurwati‎ memberikan penjelasan bahwa kepemilikan satwa liar species Harimau Benggala di rumah Alshad Ahmad sudah sesuai aturan dan telah memegang izin penangkaran. Dalam permenhut, salah satunya setiap badan hukum bisa mengajukan sebagai penangkaran.

“Jadi saudar‎a Alshad Ahmad pemegang izin penangkaran satwa liar tidak dilindungi, yaitu Harimau Benggala (Panthera Tigris), bukan Harimau Sumatera. Surat Keputusan penangkaran yang saat ini dimiliki saudara Alshad Ahmad, mengacu pada Permen LH dan Kehutanan Nomor 19 Tahun 2005 tentang Penangkaran Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar,”ujar Ammy disela acara penjelasan publik terkait video Alshad Ahmad di Kantor BBKSDA Jabar, Senin (6/1/2020).

Ammy memaparkan secara akta pendirian, saudara Alshad Ahmad punya badan hukum PT Taman Satwa Eksotik. Kemudian saat yang bersangkutan mengajukan permohonan izin penangkaran, sudah sampaikan rencana perolehan indukan berupa Harimau Benggala.

“Dan Harimau Benggala termasuk Satwa liar eksotik bukan endemik,”pungkas Ammy.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close