#iniruangkuHeadLine

Rencana Pembangunan Waterboom di Lembang Resahkan Warga, Aa Umbara Angkat Bicara

Mediatataruang.com– Warga resah dengan adanya pembangunan waterboom di kawasan Gunung Batu, Kampung Suka Tinggal, RT 01/02, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sebab lokasinya berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) dan berada di garis Sesar Lembang sehingga akan berdampak ke warga. Anehnya, pembangunan itu sudah dimulai padahal belum ada sosialisasi hingga izin dari warga dan desa setempat.

Dari pantauan di lapangan, sekeliling lokasi pembangunan waterboom sudah ditutup pagar seng setinggi 2 meter. Tampak dari kejauhan, sejumlah alat permainan air sudah tersimpan di sana. Demi pembangunan tersebut, pohon ditebang dan gunung dikeruk tanahnya.

Ancaman kerusakan lingkungan akibat ekploitasi alam di kawasan Lembang diprediksi akan bertambah parah dan dikhawatirkan dapat berdampak bencana besar di kemudian hari. Belum diketahui pihak pengembang yang akan membangun waterboom di sana, namun warga setempat menyebut lokasi pembangunannya berada di lahan milik PT DAM Utama Sakti.

Menanggapi hal tersebut, Aa Umbara, menegaskan jika persetujuan dari warga atau istilahnya perizinan tetangga merupakan dasar penerbitan izin dan rekomendasi pembangunan dari pemerintah daerah.

“Kalau ada penolakan dari warga berarti izin tidak keluar. Karena dasar perizinan itu harus ada persetujuan dari warga,” tegas Aa Umbara saat ditemui usai paparan di LPMP Jawa Barat, Jalan Cimareme, KBB, Selasa (18/2/2020).

Jika perizinan dari warga tidak dikantongi, otomatis pengembang tidak akan bisa mengurus perizinan ke tahap selanjutnya untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin lainnya. Untuk itu, pembangunan waterboom tersebut dipastikan tidak boleh dilakukan selama pihak pengembang belum memiliki izin dari warga.

“Untuk yang waterboom ini, kalau warga sudah menolak tentu perizinan tidak bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Izin juga gak akan keluar karena tidak ada dasarnya, apalagi ditolak warga setempat. Warga, RW, desa, kecamatan, itu urutannya,” tuturnya.

Sementara Kepala Desa Pagerwangi, Agus Ruhidayat juga menegaskan, pihaknya sama sekali belum menerima informasi rencana pembangunan waterboom di kawasan Punclut itu. Bahkan, komunikasi secara lisan pun belum pernah ia dengar. “Belum, belum ada kabar ke kita,” ucapnya.

Terkait rencana tersebut, Agus mengatakan, pihak desa hanya akan menuruti warga. Jika warga menolak, tentu saja pihak desa tidak akan mengizinkan pembangunan waterboom di sana.

“Kalau warga nolak, tentu saja kita tidak akan memberikan izin. Gimana warga saja,” tegasnya.

Dia menyatakan, sampai saat ini para pengusaha yang melaksanakan pembangunan di wilayahnya jarang meminta izin ke desa. “Justru itu, pengusaha tidak pernah meminta izin seperti IMB dan lainnya,” pungkasnya.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close