#iniruangkuHeadLine

Gorong Gorong Mengecil Akibat Pembangunan KCIC, Lebak Sari KBB Jadi Langganan Banjir

Mediatataruang.com– Belum hilang trauma akibat banjir sebelumnya yang terjadi pada Sabtu (31/12/2019) lalu, kini sudah banjir kembali menerjang underpass Padalarang pada Minggu (29/3/2020) kemarin, hingga air masuk rumah warga setinggi 1 meter dan membasahi perabotan rumah. Kemudian banjir bandang kembali terjadi Selasa (31/3/2020) sore. Air sungai meluap setinggi lutut orang dewasa merendam puluhan rumah usai terjadi hujan selama berjam jam.

Kejadian banjir ini, semenjak ada pembangunan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), underpass Padalarang di Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tercatat sudah 3 kali banjir bandang yang merendam pemukiman warga setempat. Warga berharap ada upaya serius untuk menanggulangi bencana ini.

Dari informasi yang diterima banjir bandang kembali terjadi Selasa (31/3/2020) sore. Air sungai meluap setinggi lutut orang dewasa merendam puluhan rumah usai terjadi hujan 3 jam. Hingga jelang malam, banjir juga menutup akses jalan Underpass Padalarang, jalan penghubung alternatif menuju Lembang, Cimahi, dan Purwakarta itu mencapai 1 meter.

Akibat banjir ini, kendaraan sempat tak bisa lewat sehingga menimbulkan kemacetan. Harusnya saluran air diperlebar, ini sejak banjir pertama nggak ada perubahan. Seharusnya pemerintah daerah bisa segera melakukan upaya dengan cara memperlebar gorong-gorong yang kini kecil akibat pembangunan KCIC,”ungkap salah seorang warga yang terdampak.

Sementara menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Usep Sudrajat mengatakan, banjir di wilayah itu memang menjadi langganan setiap hujan deras. Menurutnya, tindakan yang mesti dilakukan adalah memperbesar saluran drainase dan gorong-gorong agar arus air tidak terbendung.

“Seharusnya gorong-gorong itu diperbesar sampai 2 meter atau 3 meter, karena kalau kondisinya hanya 1 meter seperti ini sudah tidak bisa menampung volume air dari atas. Ketinggian air sekitar 1 meter tapi berangsur surut,” ucapnya, Selasa (31/3/2020).

Usep menyebutkan, air menggenangi jalan dan permukiman secara bersamaan.  Banjir tersebut disebabkan oleh derasnya air dari bagian hulu ke hilir namun tak tertampung saluran drainase dan gorong-gorong sehingga air meluap ke jalan dan permukiman. 

“Banjir itu memang karena air dari wilayah atas sangat besar akibat hujan deras, dan gorong-gorong di dekat proyek KCIC itu sempit, jadi aliran air terbendung dan meluap ke jalan dan rumah warga,” pungkasnya.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close