#iniruangkuHeadLine

Bersaing Dengan Vietnam, Kawasan Industri Brebes Jadi Tempat Industri Ramah Investasi

Mediatatarunag.com– Kawasan Brebes memiliki keunggulan yaitu berada di kawasan Pesisir dan upah minimum yang relatif masih rendah dibandingkan wilayah Indonesia lainnya. Untuk menjadikan Brebes sebagai kawasan industri baru yang akan mendorong tumbuhnya investasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus upaya mengurangi kemiskinan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, RI sedang menyiapkan kawasan industri 4.000 hektar di Brebes, Jawa Tengah, untuk menampung rencana relokasi pabrik-pabrik AS dari China.

Menanggapi kabar ini, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sebagai pengembang Kawasan Industri Brebes (KIB) di Jawa Tengah menyatakan siap dalam menyambut sejumlah pabrik AS yang berencana merelokasi pabrik ke Brebes.

Namun, Direktur Operasi PT KIW, Achmad Fauzie Nur, sempat mengungkit pengalaman pahit Indonesia pada tahun 2019 lalu, tak ada satupun pabrik yang relokasi dari China ke Indonesia. Kini, untuk menarik perhatian investor pun tidak mudah, sejumlah negara lain sudah ancang-ancang memberikan kemudahan, dan lagi-lagi kuda hitamnya adalah Vietnam.

“Pemerintah India sudah ancang-ancang mengincar investor global yang mau hengkang keluar China. Apalagi, pemerintah Jepang kasih insentif perusahaan mereka yang mau keluar. Ketika keluar dari China, solusinya mau ke mana? Masa mau ke Vietnam semua? Indonesia harus ambil peran ini,” katanya. (seperti dilansir CNBC Indonesia)

Sejumlah alasan yang menyebabkan hengkangnya perusahaan China ke Vietnam adalah akibat persoalan harga lahan. Di sisi lain tanah di Indonesia masih dinilai lebih mahal. Upaya menyesuaikan harga akan coba dilakukan. Saat ini, nilai harga yang dipatok sedang melalui kajian dengan konsultan terkait.

“Nanti tanahnya akan berupa HPL (hak pengelolaan). Artinya nanti akan terhubung dengan PSAK 73 (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) terkait sewa, jadi nanti perlakuan kita kalau sudah ada HPL, nanti kalau ada investasi, kita terbitkan HGB (Hak Guna Bangunan) yang jangka waktu tertentu,” kata Fauzie.

Sementara itu Project Manager Kawasan Industri Brebes Abdul Muis menyebut akan melayani harga yang sekiranya ditetapkan Vietnam. Sehingga harganya berpotensi bersaing.

“Kawasan Industri Brebes nanti bisa disebut tempat industri ramah investasi, berapa harga Vietnam di sana, itu coba kita layani. Investasi harga murah terkait lahan, izin-izin yang lebih mudah,” katanya.

Selain AS, ternyata ada negara maju lain yang diam-diam melirik RI buat relokasi pabrik.

Negara tersebut adalah Jepang, yang disebut-sebut tengah menyiapkan dana senilai 23,5 miliar Yen untuk merelokasi pabrik-pabrik mereka ke Asia Tenggara.

Ini diungkapkan oleh Deputy Chief of Mission Embassy of Republic of Indonesia in Tokyo, Tri Purnajaya. Pabrik yang akan direlokasi di antaranya bergerak di sektor otomotif dan manufaktur.

Relokasi ini juga dipicu masalah pasokan komponen yang biasanya dari China, belakangan terganggu akibat COVID-19.

“Inisiatif ini dalam rangka membantu menghidupkan kembali pelaku industri otomotif yang terdampak pandemi Covid-19,” katanya, melalui virtual meeting MarkPlus Industry Roundtable Automotive Industry Perspective, Jumat.

“Saya berharap agar sebagian perusahaan yang realokasi, jatuh ke Indonesia, karena saingan kita adalah Vietnam dan Thailand,” tambahnya

Selain itu, Jepang juga telah mengalokasikan US$ 2 miliar dari paket stimulus ekonomi untuk membantu perusahaan yang mengalihkan produksinya dari China untuk kembali ke Jepang.

“Jika kita bisa mengatasi tantangan pandemi ini dan bisa memenuhi kriteria yang diharapkan Jepang, why not kita tarik lebih banyak. Jepang ini investasinya besar sekali dan Indonesia potensinya sangat besar dibanding Vietnam dan Thailand,” paparnya.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close