Dilain pihak Deputy Chief of Mission Embassy of Republic of Indonesia in Tokyo, Tri Purnajaya mengatakan selain AS, ternyata ada negara maju lain yang diam-diam melirik RI buat relokasi pabrik. Negara tersebut adalah Jepang, yang disebut-sebut tengah menyiapkan dana senilai 23,5 miliar Yen untuk merelokasi pabrik-pabrik mereka ke Asia Tenggara.
Pabrik yang akan direlokasi di antaranya bergerak di sektor otomotif dan manufaktur. Relokasi ini juga dipicu masalah pasokan komponen yang biasanya dari China, belakangan terganggu akibat COVID-19.
“Inisiatif ini dalam rangka membantu menghidupkan kembali pelaku industri otomotif yang terdampak pandemi Covid-19,” katanya, melalui virtual meeting MarkPlus Industry Roundtable Automotive Industry Perspective, Jumat.
“Saya berharap agar sebagian perusahaan yang realokasi, jatuh ke Indonesia, karena saingan kita adalah Vietnam dan Thailand,” tambahnya
Selain itu, Jepang juga telah mengalokasikan US$ 2 miliar dari paket stimulus ekonomi untuk membantu perusahaan yang mengalihkan produksinya dari China untuk kembali ke Jepang.





