#iniruangkuHeadLine

PSBB Berakhir, Perum Perhutani KPH Bandung Utara Resmi Membuka Kawasan Objek Wisata

Mediatataruang.com– Dengan berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. Kawasan objek wisata dibawah pengelolaan Perum Perhutani KPH Bandung Utara mulai kembali dibuka.

Dibukanya Kawasan Wisata Lembang ini setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan Kabupaten Bandung Barat sebagai Zona Biru penyebaran Covid-19. Namun, pembatasan pengunjung serta protokol kesehatan diberlakukan di seluruh wisata Lembang. Pengunjung hanya diperbolehkan sebanyak 30 persen.

Kepala Adm Perum Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin menjelaskan jika pihaknya telah resmi membuka kawasan objek wisata dibawah pengelolaan Perum Perhutani KPH Bandung Utara.

“Merujuk Surat Edaran Bupati Bandung Barat dan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bandung, yang menerangkan kawasan objek wisata sudah bisa dibuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.” Ujar Komarudin, saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (15/6/2020).

Ia menjelaskan protokol kesehatan yang dimaksud diberlakukan kepada petugas/karyawan dari perhutani itu sendiri yang bertugas di tempat wisata, mulai dari surat pernyataan sehat serta kelengkapan personal seperti tersedianya masker, sarung tangan dan alat pengukur suhu.

“Sosialisasi kami laksanakan selain kepada karyawan kami sendiri, juga karyawan pengelola wisata dalam upaya menciptakan rasa aman dan kenyamanan pengunjung.” Imbuhnya.

Disinggung apakah sudah semua kawasan wisata telah dibuka, Ia pun menyampaikan, sebelum kawasan wisata ini dibuka, pihaknya telah bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung telah melaksanakan assesment penanganan covid-19 kepada para pengelola wisata.

“Belum semua dibuka, karena kami berlakukan kepada mitra pengelola sebelum membuka tempat wisata yang dikelolanya harus mengikuti assesment penanganan covid-19. Dalam assesment tersebut, setiap tempat wisata harus mengikuti protokol kesehatan seperti menyiapkan kelengkapan mulai termogan, masker, desinfektan, alat cuci tangan atau handsanitizer, serta rambu-rambu untuk menjaga jarak para pengunjung. ” Tambah Komarudin.

Dengan dibukanya kembali aktivitas wisata di masa pandemi corona setidaknya berdampak pula bagi masyarakat sekitar hutan, yang mana pelibatan mereka sudah lama sejalan dengan program perhutanan sosial yang digagas kementerian Lingkungan Hidup. Meski masih 30% maksimal yang ditetapkan pemerintah, kondisi ini berharap menjadi nilai tambah ekonomi yang selama ini hilang.

“Saya kira ini menjadi survie awal bagi masyarakat, meski baru 30% carying capacity yang di tetapkan pemerintah daerah, mudah-mudahan melalui evaluasi satu bulan kedepan bisa naik menjadi 50% bahkan 100%, sehingga masyarakat bisa kembali menikmati hasil dari aktivitas wisata ini.” Pungkasnya. kus

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close