#iniruangkuNasional

Emisi Gas Rumah Kaca Pembahasan ratas Senin(6/7)

Keberadaan Paris Agreement mengenai perubahan iklim dan mitigasi gas rumah kaca. "Dari hasil hasil catatan media bahwa di letter of intent tahun 2010 dikatakan bahwa komitmen indonesia itu penurunan emisi 26 persen di 2020 dan diundang-undang nomor 16 tahun 2016 tentang ratifikasi perubahan iklim itu sudah disesuaikan

Mediatataruang – Presiden Jokowi menegaskan konsistensi Indonesia dalam penurunan gas rumah kaca yang juga bisa ditandai dengan pengembangan biodiesel dari 30 dan bahkan hingga 100, juga memerintahkan pada seluruh jajarannya agar menyelesaikan segala persoalan yang mendukung penurunan gas rumah kaca tersebut. Mulai dari regulasi hingga insentif bagi pemangku kepentingan.

Jokowi juga berpesan untuk terus menjaga hutan di dalam negeri, terlebih memasuki musim kemarau saat ini. Langkah itu dianggap mampu menurunkan emisi

.

“Kemudian juga perlindungan gambut dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan harus terus dilanjutkan dan pada kesempatan yang baik ini saya ingin titip hati-hati kebakaran hutan dan lahan ini sudah masuk ke musim panas,” ujarnya.

Dalam hal ini Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan bahwa perjanjian atau Letter of Inten (LoI) antara Indonesia dan Norwegia dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca sudah dilakukan sejak 2010. Presiden menurut Siti meminta perjanjian tersebut tetap dilanjutkan.

Ada beberapa hal yang perlu diperbaharui dalam LOI tersebut, misalnya keberadaan Paris Agreement mengenai perubahan iklim dan mitigasi gas rumah kaca. “Dari hasil hasil catatan media bahwa di letter of intent tahun 2010 dikatakan bahwa komitmen indonesia itu penurunan emisi 26 persen di 2020 dan diundang-undang nomor 16 tahun 2016 tentang ratifikasi perubahan iklim itu sudah disesuaikan,  jadi angkanya 29 persen penurunan emisi gas Rumah kaca pada 2030 atau 41 persen gas rumah kaca pada 2030 dengan dukungan kerjasama teknik luar negeri,” ungkap Siti Nurbaya.

Perjanjian antara Indonesia dan Norwegia tersebut menurutnya menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam rangka mereduksi emisi dari deportasi dan degradasi hutan.

Diketahui, dalam ratas ini juga diikuti Wapres Ma’ruf Amin, Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan hingga Menteri KLH Siti Nurbaya.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close