HeadLine

Aksi Nyata FKP DAS Korwil Kabupaten Garut Lewat Gerakan Desa Peduli DAS

Mediatataruang.com, Garut – Tingginya potensi kebencanaan yang kerap menimpa masyarakat di Kabupaten Garut dapat diketahui dengan indikasi luasnya lahan kritis, semakin seringnya banjir. Selain itu kondisi DAS (Daerah Aliran Sungai) di Kabupaten Garut yang semakin memprihatinkan.

Penurunan kualitas DAS di Kabupaten Garut ini disebabkan antara lain oleh tekanan penduduk yang meningkat, rendahnya kapasitas institusi yang tugasnya mencegah dan merehabilitasi kerusakan sumberdaya, kebijakan yang belum berpihak kepada pelestarian sumberdaya alam (SDA) dan koordinasi yang belum optimal antar stakeholder terkait serta kesadaran dan partisipasi berbagai pihak termasuk sebagian masyarakat yang masih kurang dalam konteks pemanfaatan dan pelestarian SDA.

Sekretaris FKPDAS Korwil Kabupaten Garut, Ir. Yudi Rismayadi, M.si, IPU

Menyikapi hal tersebut, Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKP DAS Korwil Kabupaten Garut) bergerak cepat melakukan aksi nyata, sehingga eksistensi FKPDas Kabupaten Garut semakin kuat di masyarakat.

“FKPDas Koorwil Kabupaten Garut saat ini tengah menginisiasi sebuah aksi nyata melalui program unggulan GERAKAN DESA PEDULI DAS, pada tahap awal rencana program ini sudah dimatangkan di tataran pengurus dan telah di sampaikan kepada stakeholder yang berkompeten di Kabupaten Garut, seperti Cabang Dinas Kehutanan Kabupaten Garut, Dinas PUPR kabupaten Garut, BPDASHL Cimanuk Citanduy, FKPAS Provinsi Jabar, hingga Bupati Garut,” ujar Uun Frinawati, A.Ks, S.Sos, ketua FKPDAS Koorwil Kabupaten Garut, saat di hubungi, Kamis, 22/10/2020.

Disinggung terkait tingginya potensi kebencanaan yang kerap menimpa masyarakat di Kabupaten Garut, dijelaskan Uun, gerakan ini menjadi pendorong dan penggerak di bidang lingkungan dan pihaknya hanya menjadi jembatan atau mediator dalam membangun sinergitas dan kolaborasi para stakeholder dengan memberikan masukan kepada para pemangku kebijakan soal lingkungan.

“Secara teknis, yang pertama adalah gerakan yang dilakukan secara massif, terintegrasi dan holistik yang berkaitan dengan tata kelola DAS. Melihat kondisi kerusakan DAS dan bencana yang tinggi, dibutuhkan satu rencana terpadu, satu keseragaman dalam penanganan, komprehensif yang harus dilaksanakan multipihak. Artinya adalah, bagaimana kolaborasi dan peranan para leading sektor secara pentaholic dalam tata kelola DAS. Kedua, bagaimana peran non government yang akan berkontribusi terhadap tata kelola DAS. Ketiga peran elemen akademisi dengan tugas dan fungsinya melakukan kajian dan analisis. Keempat, Duniaa usaha, dimana dunia usahailiki tanggung jawab CSR, dalam gerakan ini kami akan mendorong kontribusi dunia usaha melalui CSR nya untuk berkontribusi sehingga dana yang digulirkan dapat terukur dan terencana. Dan yang kelima, peran Media massa sebagai media informasi yang edukatif sangat membantu gerakan ini,” jelas Uun.

Uun menambahkan, sesuai dengan rencana strategis FKPDAS Koorwil Kabupaten Garut, dalam waktu dekat pihaknya akan mengimpelmentasikan tahapan dari gerakan ini melalui FGD sebagai upaya membuat satu kesepakatan bagaimana tupoksi masing-masing stakeholder dalam tata kelola DAS.

“Perlu payung hukum jika para stakeholder ini ingin serius menangani dan melaksanakan tata kelola DAS yang baik, kami FKPDAS Koorwil Garut akan mendorong pemerintah kabupaten Garut untuk melahirkan kebijakan terkait program GERAKAN DESA PEDULI DAS ini paling tidak menjadi sebuah Perda.” Pungkasnya.

Sementara itu, Ir. Yudi Rismayadi, M.si, IPU, Sekretaris FKPDAS Korwil Kabupaten Garut, menambahkan, gerakan peduli DAS berbasis desa adalah upaya gerakan kolektif dan kolaboratif dalam wilayah mikro DAS.

“Gerakan ini adalah upaya preventif dengan melakukan penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi bencana, selain pemulihan DAS yang dimulai dalam wilayah kecil yaitu desa. Dengan tipologi masyarakat di kabupaten Garut yaitu masyarakat pedesaan dengan jumlah desa sekitar hutan terdapat 228 desa atau 60% dari total desa yang ada di kabupaten Garut, kami harap dari geraka desa peduli DAS ini akan menjadi pionir bagi wilayah yang lebih luas,” ungkapnya. (Uwo/kus)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close