#iniruangkuHeadLine

Lahan Berbatu Disertai Buaya Menghantui Penanaman Mangrove di Kupang NTT

Mediatataruang.com, Kupang – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BPDASHL Benain Noelmina meluncurkan program padat karya penanaman mangrove guna membantu pertumbuhan ekonomi dilingkungan pesisir, serta menambah luasan tutupan mangroveyang banyak manfaat ekologi.

Luasan program padat karya penanaman mangrove di provinsi NTT mencapai 518 ha yang tersebar di kabupaten Kupang, Alor, Sikka, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Ende, Belu, Malaka, TTU, Pulau Sumba dan Kota Kupang. Kegiatan ini juga meibatkan 54 kelompok yang beranggotakan sebanyak 1756 orang.

Program Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM) di Kupang NTT selain melibatkan kaum laki-laki, kaum wanitapun ikut terjun dalam program tersebut. Mereka mampu dan bisa melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh laki laki. Seperti halnya pemancangan ajir.

papan pengumuman adanya buaya yang masih berkeliaran

Salah seorang wanita yang merupakan anggota kelompok mengatakan bahwa lokasi di penanaman mangrove di willayahnya sangat membutuhkan tenaga dan kehati hatian. Selain lahannya berbatu, disini juga rawan dengan buaya.

“Untuk pemancangan ajir kami harus menggunakan linggis, karena lahan disini di penuhi dengan batu batu. Selain itu juga masyarakat disini harus hati hati, pasalnya masih banyak buaya yang berkeliaran dilokasi penanaman mangrove,”ujarnya saat ditemui dilokasi penanaman mangrove, Jumat (20/11/2020).

lanjutnya mengatakan kami mengucapkan terima kasih dengan adanya program padat karya penanaman mangrove ini. Meskipun kami harus berjuang dengan lahan yang berbatu dan berkeliarannya buaya. Selain kami mendapatkan honor, mangrove ini juga sangat berguna bagi kami. Kus

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close