#iniruangkuHeadLine

Pencanangan Padat Karya Mangrove Dalam Rangka PEN di Provinsi Sumatera Selatan

Mediatataruang.com, Palembang – Sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional dengan pencanangan Padat Karya Mangrove lingkup Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Musi ditandai dengan penanaman mangrove bersama Wakil Bupati Ogan Komering Ilir.

Seperti diketahui, pandemi Corona Virus Infectious Disease 2019 (Covid-19) secara nyata telah mengganggu aktivitas perekonomian negara di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Selama terjadinya pandemi Covid-19, kegiatan dunia usaha mengalami gangguan yang signifikan baik dalam proses produksi, distribusi dan kegiatan operasional lainnya yang pada akhirnya mengganggu  kinerja perekonomian nasional.

Kebijakan dan langkah extraordinary yang diambil pemerintah adalah melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan diterjemahkan dalam Program Padat Karya Penanaman Mangrove.

Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus perekonomian bagi masyarakat di sekitar ekosistem mangrove, melalui pemberian kesempatan untuk berusaha dan melakukan aktivitas yang dapat memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat serta ekosistem mangrove.

Padat Karya Penanaman Mangrove di Provinsi Sumatera Selatan melalui BPDASHL Musi meliputi luas 310 hektar yang tersebar di 2 Kabupaten yaitu Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI). Kegiatan ini melibatkan sebanyak 629 orang dan menyerap 34.076 Hari Orang Kerja (HOK).

Untuk Kabupaten OKI, lokasi berada di wilayah kecamatan Tulung Selapan pada Desa Simpang Tiga Abadi, Desa Simpang Tiga Jaya, Desa Sungai Lumpur. Penanaman dilakukan dengan luas 230 hektar dan melibatkan 456 orang yang tergabung dalam 5 kelompok Masyarakat:

  1. Kelompok BAKAU ABADI berjumlah 100 Orang meliputi luas 50 hektar,
  2. Kelompok PEDULI MANGROVE berjumlah 100 Orang meliputi luas 50 hektar,
  3. Kelompok BAKAU JAYA ABADI berjumlah 100 Orang meliputi luas 50 Hektar,
  4. Kelompok HUTAN MANGROVE berjumlah 96 orang meliputi luas 50 hektar
  5. Kelompok Pencinta Mangrove berjumlah 65 Orang meliputi luas 30 Hektar.

Dalam Padat Karya Penanaman Mangrove ini setiap tahapan pelaksanaan mulai dari persiapan hingga penanaman dibayarkan kepada masyarakat melalui mekanisme account to account ke rekening anggota kelompok berdasarkan prestasi kerja masing-masing.

Dalam kegiatan ini, pencanangan Padat Karya Mangrove lingkup kabupaten OKI ditandai dengan penanaman mangrove bersama Wakil Bupati Ogan Komering Ilir. Hadir dalam acara tersebut unsur OPD terkait, UPT Kementerian LHK, serta masyarakat pelaksana Padat Karya Mangrove.

Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Musi Siswo, S.Hut.,M.Si mengungkapkan tujuan utama kegiatan ini, dengan adanya pendemi covid 19, semua terdampak terutama terhadap ekonomi, yang mengakibatkan daya beli menurun, pendapatan menurun. Oleh karena itu, salah satu upaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BPDASHL meluncurkan program pemulihan ekonomi nasional padat karya penanaman mangrove.

“Diharapkan kegiatan ini benar-benar dapat memberikan stimulus bagi masyarakat, sekaligus bermanfaat bagi kelestarian ekosistem mangrove sehingga dapat lebih memberi manfaat bagi masyarakat,”ungkapnya disela acara penanaman mangrove bersama Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, di desa simpang tiga abadi, kecamatan tulung selapan, kabupaten Ogan Komering Ilir, Senin (23/11/2020)

Dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, HM Djafar Shodiq mengatakan pihaknya sangat mendukung program seperti ini, karena sangat sesuai dengan kondisi masyarakatnya,  dan dapat membantu disaat kondisi pandemi saat ini.

“Pemerintah OKI mendukung, dan mendorong program seperti ini untuk dilanjutkan, bahkan pemerintah tidak hanya mendorong tapi akan berada di depan untuk masyarakat,”pungkasnya.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close