#iniruangkuHeadLineNasional

Sambut MotoGP 2021, Pemerintah Pusat Kebut Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Mandalika

Mediatataruang.com – Jakarta. Kementerian PUPR terus melanjutkan pembangunan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)/Destinasti Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi destinasi wisata kelas dunia. Hal ini sejalan dengan rencana pelaksanaan MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 2021 nanti, sekaligus upaya Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Pada tahun 2019-2021 Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp1,7 triliun untuk penataan KSPN/DPSP Mandalika berupa pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA), jalan dan jembatan, permukiman, dan perumahan. Rp541 miliar di antaranya dianggarkan pada tahun 2020.

Untuk dukungan MotoGP yang rencananya dihelat di Sirkuit Mandalika, Kementerian PUPR membangun jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL)-Mandalika. Jalan ini akan selesai sebelum ajang MotoGP di Indonesia dimulai pada tahun 2021.

Construction Enhancement Head The Mandalika, Aris Joko Santoso dan Operation Head The Mandalika, I Made Pari Wijaya menjelaskan perkembangan pembangunan sirkuit jalanan untuk MotoGP Mandalika. “‘Pengembangan kawasan pariwisata ini membutuhkan dukungan yang luar biasa besar,” kata Made Pari Wijaya di Puri Rinjani Kuta Mandalika, Rabu 16 Desember 2020.

Dia meyakini pembangunan sirkuit jalanan MotoGP Mandalika di atas lahan seluas 130 hektare akan rampung pada Juli 2021. Sementara untuk persipan keseluruhan penyelenggaraan MotoGP Mandalika, menurut Made Pari Wijaya, masih ada waktu sembilan bulan lagi.

Aris Joko Santoso menjelaskan, Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC membangun sirkuit jalanan sepanjang 4,3 kilometer yang meliputi 17 tikungan di antara beberapa bukit dalam kawasan. Sirkuit balap sepeda motor yang terletak di dalam Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika ini terhubung ke enam pantai dengan garis pantai sepanjang 16 kilometer.

Enan pantai itu adalah Pantai Kuta Mandalika, Pantai Seger, Pantai Serenting, Pantai Tanjung Aan, Pantai Kliu, dan Pantai Gerupuk. Di pantai tersebut terdapat laguna yang dilengkapi fasilitas olahraga air. Tercatat ada 13 investasi senilai Rp 2,885 triliun untuk The Mandalika guna membangun sebelas akomodasi dan dua fasilitas pendukung berupa Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau pengolahan air bersih dan pompa bensin.

Akomodasi berupa hotel oleh Pullman, Royal Tulip, Paramount, Golden Tulip, Marriot, Aloft, Mandalika Beach Club, Marta. Ada pula Grand Aston, Cocomart, Laza. Semua akomodasi di The Mandalika itu memiliki 1.268 kamar hotel dengan tambahan 698 kamar hotel yang masih dalam tahap perancangan.

Sirkuit MotoGP Mandalika mampu menampung 185.700 penonton. Titik menonton terdiri dari Hospitality Suites berkapasitas 7.700 orang, empat titik lokasi Grand Stand Seating yang satu di antaranya merupakan lokasi utama dan General Admission yang tanpa tempat duduk untuk 138 ribu orang. Area paddock bisa diisi oleh 40 tim.

Sebelumnya, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC, Abdulbar M Mansoer merinci sejumlah sarana pendukung untuk perhelatan MotoGP Mandalika. Ada pembangunan akses jalan langsun atau bypass sepanjang 17,39 kilometer dengan Right of Way jalan selebar 50 meter dari Bandara Internasional Lombok ke The Mandalika oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Adapun penambahan panjang landasan Bandara Internasional Lombok, peningkatan kapasitas dan aksesibilitas kargo, perluasan apron, pelebaran taxiway, hingga kegiatan promosi di Bandara Internasional Lombok oleh Angkasa Pura I. Di pelabuhan, Pelindo III dan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan atau ASDP, tengah mengembangkan fasilitas kargo dan dermaga untuk kepal pesiar. PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN turut menambah pasokan listrik di kawasan The Mandalika. Perusahaan angkutan DAMRI pun membuka rute baru yang melayani sejumlah titik di Lombok menuju The Mandalika.

Di kawasan wisata Mandalika, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC membangun proyek Pink Mandalika. Mereka menanam 500 ribu batang bunga bougenville berwarna pink di atas lahan seluas 26,5 hektare sejak Mei 2020. Kebun bunga bougenville itu menambah indah kawasan sekaligus menjadi destinasi wisata.**

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close