#iniruangkuHeadLine

Susun Rencana Pembangunan, Ketua HKTI Jabar : Musrenbang Bukan Lomba Pidato Pejabat

Mediatataruang.com – Musim Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kini telah tiba. Musrenbang yang digelar di seluruh Nusantara akan menyita waktu sekitar 4 bulan, yang diawali oleh Musrenbang tingkat Desa/Kelurahan hingga tingkat Pusat. Musrenbang adalah proses perencanaan dengan pendekatan teknokratik, partisipatif, atas-bawah dan politik.

Sejak kita memiliki UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan mulai tertata dengan baik, setelah di awal-awal reformasi bangsa ini lebih mengedepankan kepentingan politik. Bayangkan selama kurun waktu 5 tahun (1999-2004) kita memiliki 4 Presiden, mulai dari Pak Habibie, Gus Dur, Bu Mega dab Pak SBY. Arti nya, mana mungkin kita akan berpikir soal Visi dan Misi bangsa, sekira nya para petinggi di negeri ini terbawa arus gonjang ganjing politik.

Musrenbang memang menjadi concern Pemerintah Pusat dan Daerah. Dalam Musrenbang setiap daerah akan mengusulkan beberapa program dan kegiatan, yang dalam pembiayaannya akan sangat ditentukan oleh urusan dan kewenangan.

Sesuai PP No. 18/2016, setiap program akan dibagi ke dalam urusan wajib, pilihan dan konkuren. Dalam Musrenbang juga akan diatur terkait penganggaran. Mana yang akan didanai Pusat dan mana yang dapat dibiayai Daerah.

Sesuai dengan semangat nya, Musrenbang dirancang sedemikian rupa agar terjadi “kompromi” dari berbagai kepentingan yang ada. Di forum Musrenbang inilah para pemangku kepentingan diajak untuk berbagi pikir dan berbagi rasa guna merumuskan perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan daerahnya.

Selain itu, dalam Musrenbang ini pun diharapkan agar para pakar dari Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Komunitas dan LSM/Media Massa, dapat bergabung dan berkontribusi dalam menyusun desain perencanaan yang lebih berkualitas.

Musrenbang, sesungguh nya menantikan gagasan-gagasan cerdas untuk dirajut menjadi perencanaan yang berkualitas. Dengan kata lain, dapat juga disebutkan Musrenbang merupakan ajang Penta Helix untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran terbaik nya.

Di forum inilah kita dituntut untuk menentukan program mana saja yang perlu didahulukan. Dan di Musrenbang inilah kita diminta untuk berjiwa besar jika kondisi anggaran yang ada memang tidak mungkin dapat mendanainya.

Sejati nya Musrenbang adalah silaturahmi antar pemangku kepentingan. Sifat kekeluargaan lebih diutamakan dari pada yang formal. Musrenbang disemangati oleh egalitarian. Di forum ini tidak boleh ada yang merasa paling pinter.

Namun sesuai dengan kapasitas masing-masing, maka Musrenbang diharapkan mampu memberi masukan terbaik dalam penyusunan perencanaan pembangunan. Itu sebab nya dalam Musrenbang tidak boleh ada dominasi kelompok.

Musrenbang bukan lomba pidato nya para pejabat publik. Selama ini memang terekam, hampir di semua tingkatan, para pejabat lebih banyak bicara ketimbang mau mendengar apa-apa yang disampaikan masyarakat.

Bayangkan di salah satu daerah ada Musrenbang yang materi nya arahan dari para pejabat. Perserta hanya disuruh mendengar dan duduk manis. Kalau pun dibuka dialog, terkesan seperti yang dipaksakan. Musrenbang pun tampil ibarat lomba pidato para pejabat.(Penulis, Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmadja).

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close