Daerah

Gelap Nyawang Pertanyakan Kepedulian Pemda Sumedang Terhadap Korban Bencana Cimanggung

Mediatataruang.com, Sumedang – Pasca Korban bencana alam banjir dan longsor di wilayah desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang sebanyak 135 kk kembali mempertanyakan kepada pemerintah Kabupaten Sumedang. Hal ini disampaikan Kepala Desa Cihanjuang Kabupaten Sumedang Yuyus Yusuf

“Pasalnya sampai sekarang belum ada kepastian untuk bisa tinggal dirumahnya yang jelas,”ujar Yuyus saat dihubungi media, Rabu (24/3/2021)

Pendiri Gelap Nyawang Nusantara (GNN), Asep Riyadi

Sementara menurut Pendiri Gelap Nyawang Nusantara (GNN), Asep Riyadi menyebutkan hal itu yang sangat krusial. Dalam waktu hampir tiga bulan, mereka ditelantarkan oleh Pemda Sumedang, karena terlalu banyak opini dan wacana yang di siapkan. Tanpa ada rasa empati dan keseriusan atas nasib para korban bencana.

“Saya sangat sangat prihatin, semestinya kebijakan secara nyata yang secepatnya di ambil. Agar ada kepastian hukum bagi para korban, dan menjadi dasar bagi Institusi terkait lainnya untuk secepatnya mengambil tindakan,”ungkap Asep.

Seperti halnya lanjut Asep mengungkapkan sebelumnya PUPR akan membantu untuk relokasi tempat tinggal bagi korban tetapi bagaimana mau membangunkan insfrastruktur nya kalau tidak ada payung hukum yang rill di buat oleh Pemda Sumedang. Kemudian ATR BPN RI, bagaimana mau memberikan hak pengganti atas lahan yang hilang tersebut, kalau dasar hukum dari Pemdanya berupa penetapan Lokasi nya tidak ada.

“Sekali lagi saya memohon secepatnya semua kebijakan dasar hukum tersebut diterbitkan oleh pemda Sumedang, dan perlu diingatkan, korban jiwa itu saudara kita, bukan binatang,”ungkap Asep.

“Dorong proses hukumnya agar tidak meniadi presenden buruk atas ketidak pedulian dari pemerintah Sumedang dan pembiaran terhadap semua pelaku kejahatan bencana longsor Cimanggung,”pungkasnya.Red

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close