#iniruangku

Asep Riyadi: Menghijaukan Kembali Tanah Terlantar Kawasan Jatinangor

Mediatataruang.com – Jatinangor. Kawasan Jatinangor dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi tentunya tidak bisa dipisahkan dari keberadaan banyak perguruan tinggi nya. Sebagai kawasan pendidikan, pola penataan ruang di kawasan tersebut harus benar-benar diperhatikan baik daya dukung maupun daya tampung kawasan agar menjadi kawasan yang terkendali.

Hal ini menjadi catatan bagi sejumlah pegiat peduli lingkungan hidup termasuk Yayasan Ibudjati (Incu Buyut Djatinangor).

Salah satu dewan pembina yayasan Ibudjati, Asep Riyadi mengungkapkan, jika saat ini pihaknya telah melakukan aksi nyata berupa gerakan moral penanaman pohon di lahan-lahan terlantar kawasan Jatinangor.

“Ini adalah gerakan awal kita, dimana unsur masyarakat, pemerintah, akademisi, pegiat lingkungan bersama-sama memanfaatkan dengan menghijaukan kembali lahan kritis dan terlantar, dimana lahan tersebut secara sengaja diterlantarkan oleh pemerintah. Hal ini sebagai upaya menata kembali kawasan Jatinangor sebagai kawasan resapan air guna meminimalisir banjir di kawasan hilir,” ungkap Asep Riyadi, saat diwawancara, Selasa, 06/04/2021.

Disinggung perihal tanah terlantar di kawasan pendidikan Jatinangor, Asep Riyadi menyesalkan pihak pemerintah sebagai pemilik dan pengelola lahan telah melakukan pembiaran selama puluhan tahun yang mana lahan tersebut menjadi kritis dan tidak produktif.

“Kami merasa prihatin, seharusnya pemerintah terlebih dahulu menjaga dan menghijaukan lahannya justru malah membiarkan, artinya, dikuasai tetapi tidak dipelihara. Kegiatan hari ini yang kami sentuh kepada pemerintah agar mampu memberikan contoh untuk lingkungan secara nyata,” tegasnya.

Kedepan pihaknya akan terus bersinergi bersama masyarakat dan pemerintah, mengawal kawasan Jatinangor menjadi kawasan hijau dan lestari.

“Paling tidak 2-3 tahun kedepan, kawasan Jatinangor ini akan menjadi prioritas sebagai kawasan hijau dan resapan air, bersama dengan kawasan Jatigede yang memiliki kasus penelantaran kawasan yang dilakukan pemerintah.” Tukasnya. (Uwo/kus)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close