#iniruangkuNasional
Trending

Ngeri, 18,9 Juta Orang Nekat Ingin Mudik

Mediatataruang.com, Jakarta – Sedikitnya 18,9 juta orang masih nekat ingin pulang mudik lebaran ke kampung halamannya pada Idul Fitri 1442 H ini, meski pemerintah telah mengeluarkan aturan pelarangan mudik lebaran 6-17 Mei ini.

“Tujuh persen dari 270 juta penduduk kita sangat besar, sekitar 18,9 juta orang. Tugas kita adalah mengurangi angka ini sekecil mungkin,” ujar Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo, dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, seperti dilansir ANTARA pada Rabu (5/5/2021).

Ditegaskan, atas gejala itu, seluruh pihak baik di pemerintah pusat, pemerintah daerah sampai dengan di tingkat desa dan kelurahan agar bekerja keras mengingatkan masyarakat untuk jangan mudik lebaran menjelang Idul Fitri.

Mestinya, kata dia, semua orang bersabar dan menahan diri tidak mudik lebaran demi menghentikan penularan COVID-19. Menularkan virus corona di kampung halaman harusnya ditakutkan oleh semua pihak, terlebih saat terjadi lonjakan kasus COVID-19.

Doni mengatakan di tiap-tiap daerah belum tentu memiliki rumah sakit yang memadai untuk perawatan pasien terpapar dan belum tentu ada dokter yang merawat.

“Akibatnya mereka yang terpapar COVID-19 bisa menjadi fatal, bisa mengakibatkan kematian, dan banyak daerah yang mengalami peristiwa seperti itu pada tahun lalu,” ujarnya.

Doni meminta agar bagaimana caranya pemerintahan di tingkat teratas hingga terendah memberikan sosialisasi kepada masyarakat setiap saat setiap jam, setiap menit, dan setiap detik.

“Lebih baik hari ini kita lelah, dianggap cerewet, daripada korban COVID-19 berderet-deret, karena sudah tidak ada lagi pilihan lain,” kata dia.

Doni menyebut keputusan larangan mudik merupakan keputusan politik negara kepala negara Presiden Joko Widodo, dan diharapkan tidak ada boleh satupun pejabat pemerintah yang berbeda narasinya.

Kekhawatiran besar pemerintah sehingga mengeluarkan aturan larangan mudik lebaran tahun ini, di antaranya terjadi ledakan kasus COVID-19 seperti yang terjadi di India dengan kasus Tsunami COVID-19. Dalam sehari, sekitar 300 ribu orang terinfeksi COVID-19 di negara tersebut, sehingga membuat semua rumah sakit kewalahan melayani pasien.

Belum lagi jumlah pasien meninggal dunia, yang mencapai ribuan orang dalam sehari, sehingga tempat-tempat kremasi mayat sudah tidak lagi mampu melayani.(*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close