#iniruangkukementerian atr/bpnNasional

Atasi Banjir Jakarta, Bendungan Ciawi dan Sukamahi Ditaget Rampung Juli

Mediatataruang.com, Bogor – Pemerintah tengah membangun bendungan Ciawi dan bendungan Sukamahi yang berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai upaya pengendalian banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur).

Dikutip dari laman resmi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Jumat (7/5/2021), kedua bendungan kering tersebut masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional Nomor 152, yang dibangun dari rencana induk pengendalian banjir (flood control).

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil meninjau progres pembangunan kedua bendungan itu bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono, pada Rabu (5/5).

Pada kunjungan tersebut, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan, upaya mempercepat pembangunan kedua bendungan itu tidak terlepas dari proses pengadaan tanah yang merupakan tugas pokok dari Kementerian ATR/BPN.
Berdasarkan data yang didapat dari Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, progres pengadaan tanah kedua bendungan yang berada di dalam wilayah Administrasi Kabupaten Bogor itu sudah berjalan dengan baik.

Targetnya, 944 bidang tanah dengan luas 81,25 hektare untuk Bendungan Ciawi, sedangkan untuk Bendungan Sukamahi memiliki target sebanyak 641 bidang tanah seluas 46,70 hektare.

Selain itu, realisasi Uang Ganti Rugi (UGR) untuk kedua bendungan juga sudah berjalan. Realisasi UGR Bendungan Ciawi sudah mencapai 96,61 persen dengan total sejumlah 912 bidang tanah dan untuk Bendungan Sukamahi proses UGR sudah mencapai 94,53 persen dengan total 616 bidang tanah.

Selain menyelenggarakan pengadaan tanahnya, Kementerian ATR/BPN juga akan melakukan pengendalian tata ruangnya guna mengendalikan banjir.

Menteri Sofyan mengatakan, ke depan akan dibuat juga sumur resapan di sepanjang jalan tol sebagai pengendalian banjir. Sumur resapan tersebut dibuat untuk menampung air agar tidak langsung dialirkan ke sungai.

“Sumur resapan ini akan dibuat di sepanjang jalan tol. Ini merupakan upaya pemerintah mengendalikan banjir,” kata Sofyan.

Menteri ATR/Kepala BPN menambahkan juga bahwa sumur resapan tersebut nantinya akan berjarak 50 sampai 100 meter di sepanjang jalan tol.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan dua bendungan tersebut dapat menampung lebih dari 6 juta kubik air. Selain itu, air yang tertampung dapat dikontrol sehingga air tidak langsung mengalir deras ke Jakarta.

“Daya tampung air di Jakarta hanya 2.000 debit air sedangkan ketika banjir ada 3.000 debit air yang masuk ke Jakarta, artinya ada 1.000 debit air yang jadi permasalahan dan harus segera diatasi. Kalau dua bendungan ini sudah jadi, akan mengurangi 12 persen potensi banjir di Jakarta,” kata Luhut.

Menko Luhut juga mengatakan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat dalam hal pengendalian banjir melalui pembangunan dua bendungan itu sudah matang dan menjadi contoh kerena koordinasinya sangat bagus.

“Kita berharap Juli mendatang dua bendungan itu bisa selesai. Pekerjaan ini sangat masif yang dapat mengurangi banjir di Jakarta. Kita juga akan bekerja sama dengan Kodam untuk mendisiplinkan masyarakat kerena manfaat bendungan ini sangat baik,” ujarnya.(*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close