Daerah

BPDASHL Cimanuk Citanduy Bahas Pelaksanaan Program KBR 2021 dengan Kelompok Tani

Mediatataruang.com, Bandung– Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Cimanuk Citanduy menggelar pertemuan bersama Kelompok Tani membahas persiapan program Kebun Bibit Rakyat (KBR) tahun anggaran 2021, dihadiri sebanyak 57 ketua kelompok tani yang telah berhasil memperoleh verivikasi baik administrasi maupun teknis.

Kepala Seksi Program sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen program (KBR), Budi Pramono, mewakili kepala BPDASHL Cimanuk Citanduy mengatakan bahwa Kebun Bibit Rakyat (KBR) merupakan program pemerintah untuk menyediakan bibit tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna (MPTS) yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat, terutama di pedesaan, sesuai amanat Permen LHK no. 10 tahun 2021.

Pihaknya telah melakukan verifikasi baik administrasi maupun teknis dari ratusan proposal yang masuk hingga ditetapkannya sebanyak 57 kelompok di wilayah kerja BPDASHL Cimanuk Citanduy tahun anggaran 2021.

“Proposal pengajuan KBR tahun 2021 berjumlah 130 kelompok, jumlah yang layak terverifikasi ada 90 dan yang ditetapkan berjumlah 57 kelompok,” ujar Budi Pramono, saat ditemui di Hotel Ibis Bandung, Selasa (8/06/2021).

Disinggung target dari kementerian LHK terkait program KBR, Budi menjelaskan jika animo masyarakat khususnya kelompok tani sangat responsif dan cukup tinggi.

“Capaian tahun ini sangat bagus, kami sangat mengapresiasi masyarakat dengan banyaknya jumlah proposal yang masuk, dari target kementerian sebanyak 50 kelompok, dan hari ini kita tetapkan 57 kelompok,” imbuhnya.

Budi menambahkan, jumlah 57 kelompok yang ditetapkan adalah kelompok yang belum pernah memperoleh program atau minimal selama 6 tahun tidak pernah menerima program.

“Sesuai Permen LHK No. 10 tahun 2021, kelompok yang kita tetapkan adalah kelompok yang belum pernah menerima program atau paling tidak selama 6 tahun tidak pernah menerima program dengan sasaran merehabilitasi lahan kritis di DAS Citarum dan DAS Cimanuk,” jelasnya.

Dari program KBR tahun ini, Budi berharap tidak ada kendala di lapangan. Dengan meningkatnya anggaran tahun 2021 ini, target capaian kualitas bibit harus lebih baik.

“Harapannya, dengan meningkatnya anggaran dia kali lipat tahun ini, kualitas bibit yang kita peroleh jauh lebih baik, mudah-mudahan jadwal penanaman juga sesuai dengan yang kita harapkan,” pungkasnya. (kus)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close