#iniruangkuHeadLineNasional

Selamat Datang PHR dan Selamat Jalan PT CPI di Blok Rokan

Mediatataruang – Keinginan banyak pihak dan kepentingan untuk mengambil alih pengelolaan Blok Rokan telah diikuti dengan keputusan politik tingkat tinggi sehingga PT CPI harus hengkang dari ladang minyak legendaris tersebut. Deal bisnis sudah selesai sehingga masa depan pengelolaan Blok Rokan sekarang berpindah ke tangan SKK Migas, PHR, dan para kontraktor yang akan diajak mengelola. Munculnya peluang bisnis minyak dengan pengelola yang baru di Riau ternyata disambut meriah oleh banyak pihak, termasuk Pemda dan para pebisnis lokal yang semuanya punya tujuan yang sama yaitu mencari untung atau bahasa normatifnya mensejahterakan masyarakat.

Ternyata dalam proses alih kelola yang dilakukan di dalamnya  masih ada limbah minyak hasil operasi PT CPI yang belum diselesaikan. Mau tidak  mau lahan tercemar tersebut harus ditanggung penyelesaiannya  oleh PRH karena masalah lingkungan yang selama ini ditangani oleh PT CPI tersebut  selalu dalam kendali KLHK dan SKK Migas dibawah sistem cost recovery. Pengelola ladang minyak Blok Rokan boleh berganti tapi penentu kebijakan dan pengawas lingkungan masih sama. Perjanjian alih kelola segera difinalkan, limbah yang tersisa ditetapkan akan ditangani pengelola yg baru. Dengan demikian PT CPI akan meninggalkan ladang minyak besar itu dengan kepala tegak, tangan bersih dan kaki melangkah santai karena sudah dapat lampu hijau dari pengendali regulasi dan polusi di republik ini.

Baca juga (Red Alert) Indonesia Darurat Blok Rokan

TTM adalah satu dari berbagai permasalahan yang ditinggalkan oleh PT CPI. Dengan diambil alihnya pengelolaan Blok Rokan oleh perusahaan anak bangsa inilah saatnya untuk membuktikan bahwa putra-putri merah putih mampu mengelola Blok Rokan dengan lebih baik yaitu lebih profesional, lebih efisien, dan  lebih  menghormati lingkungan. Dalam masa transisi pengelolaan munculnya berbagai individu dan  komunitas masyarakat belakangan ini seperti  Dewan, Forum, Serikat Pekerja, Media, Akademisi, Politisi, Pengusaha dll. yang mempermasalahkan sisa TTM dalam jumlah besar yg belum diselesaikan tersebut membuktikan bahwa PHR didukung sekaligus dituntut untuk memperhatikan aspirasi masyarakat tentang penyelesaian kerusakan lingkungan yang telah dan akan terjadi di Blok Rokan. Sekali lagi PHR harus membuktikan dirinya sebagai operator  minyak kelas dunia dan pengelola ladang minyak Nusantara yang sudah sangat berpengalaman.

Terimakasih kepada PT CPI yang telah menyumbang ekonomi Republik terutama cadangan devisa dalam waktu panjang, yang telah mengentaskan keterampilan SDM anak negeri ke panggung bisnis minyak dunia, dan yang telah ikut berpartisipasi langsung dalam masa Indonesia berjaya di OPEC sebagai eksportir minyak dan masa sulit sebagai importir minyak di masa minyak dianggap sebagai energi kotor. Jasamu akan dikenang oleh banyak anak negeri yang telah menikmati sepak terjang bisnismu selama ini di Rokan walaupun sisa tumpahan minyakmu tetap meninggalkan misteri bagi penduduk yang tidak bisa menolak dan teriak.

Baca juga Dwiyana: Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup PT Chevron Pacific Indonesia Dinilai Tidak Efektif

Selamat berjuang PHR, kinerjamu ditunggu dan dipantau generasi masa depan Riau dan  selamat berjaya CPI jejakmu akan tetap tercacat di bumi Lancang Kuning. Seluruh elemen pendukung bisnis energi fosil sekarang harus menunjukkan bahwa minyak yang bening di SPBU dan limbah minyak yang hitam tercecer di lahan keduanya bisa terasa sama manis. (*Dr. Achmad Sjarmidi)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close