#iniruangkuHeadLineKajian

Kestrategisan Sumber Daya Pesisir

Mediatataruang.com – Berdasarkan fakta dan telaahan serta informasi kawasan pesisir, bisa dikatakan bahwa pemanfaatan sumber daya pesisir merupakan hal strategis dan penting, pentingnya sumberdaya pesisir dapat dilihat dari beberapa parameter penentu kestrategisan.

Pengukuran parameter kestrategisan sumberdaya pesisir berdasarkan 1.Nilai sejarah 2.Nilai lingkungan terkait dengan fungsi konservasi yang melekat dikawasan tersebut ditambah kawasan ini memiliki ekosistim pesisir cukup lengkap dengan keberadaan ekosistim magrove, padang lamun, terurumbu karang. 3.Nilai ekonomi terkait dengankeberadaan berbagai aktivitas perekonomian yang berlokasi di pesisir 4.Jasa Lingkungan,terkait dengan keberadaan aktifitas (merupakan alur pelayaran yang cukup ramai) 5 Nilai keamanan.

Berdasarkan keberagaman fungsi, nilai dan jasa lingkungan yang dimiliki kawasan pesisir akan mengambarkan begitu banyak dan beragamnya kepentingan yang terdapat di pesisir menjadikan kawasan dipesisir tersebut juga begitu rawan akan konflik antar sektor.

Berbagai konflik antar sektor yang terjadi diantaranya dapat dilihat dari kejadian teekait konflik antara sektor industri dengan sektor pertanian, sektor industri dengan sektor perikanan, begitu juga antara kepentingan sektor pertambangan dengan sektor perikanan serta pemanfaatan untuk konservasi dengan budidaya ikut memicu konflik terjadi dalam pemanfaatan sumber daya pesisir.

Kejadian konflik terjadi juga pada antar aktor yaitu konflik antara masyarakat, swasta/pengusaha dan pemerintah, dalam hal ini berupa konflik vertikal maupun konflik horizontal, yang masing-masing para pihak berupaya untuk mengedepankan kepentingannya sendiri, serta tidak tegas.

Selain itu ketidak jelasnya pengaturan tata ruang kawasan pesisir dan tidak tegasnya peraturan yang mengatur pengguna kawasan pesisir dan laut ikut berkontribusi terhadap kontestasi diantara para aktor tersebut lebih dalam dan merusak.

Tingginya konflik antar aktor dan sektor diatas merupakan indikasi bahwa pengelolaan yang dlakukan selama ini masih bersifat parsial sehingga menjadi tidak sinergis dan efektif karena berbagai kepentingan itu satu sama lain bertabrakan dan tidak ketemu pada jalan keluar yng sama-sama tidak saling merugikan lingkungan pesisir.

Sebuah pemetaan konflik perlu dibuat agar dapat ditemukenali permasalahan dan konflik agar dapat dikelompokkan dalam pengelolaan manajemen konflik pendayagunaan wilayah pesisir yang berkelanjutan. (*Juniar Ilham)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close