#iniruangkuHeadLineKajian

Fatality Rate, Bedanya Pandangan dari Helicopter dengan Fakta Lapangan

Mediatataruang.com – Di sini disertakan data jumlah kematian per 100 ribu penduduk per kabupaten / kota di propinsi Jawa Barat. Sangat mudah terlihat, kemungkinan hubungannya dengan kelengkapan fasilitas dan tenaga kesehatan masing-masing. Misalnya Bandung. Sebagai ibukota propinsi Jawa Barat, kota tersebut membukukan tingkat kematian yang relatif rendah. Imbas positifnya terlihat dirasakan pula oleh kawasan yang masih menjadi remote area-nya.

Bagian Jawa Barat yang terpengaruh wilayah metropolitan Jakarta — seperti kabupaten Bekasi dan kabupaten Bogor — relatif jauh lebih terkendali. Bahkan dibanding seluruh kabupaten / kota yang ada di Jawa Barat, kedua kabupaten tersebut mencatat angka kematian per 100 ribu penduduk terendah. Begitujuga fatality rate-nya (perbandingan jumlah kematian dengan keseluruhan kasus yang tercatat). Keduanya justru yang terendah di Jawa Barat.

Tapi fenomena pengaruh metropolitan Jakarta itu, tak sungguh-sungguh merata. Depok dan Bogor, misalnya. Kedua kota itu justru mencatatkan angka kematian per 100 ribu yang cukup tinggi. Kita maklumi, sebagian besar masyarakat yang tinggal di kedua kota itu, aktivitas sehari-harinya memang berorientasi ke Jakarta.

Begitu pula kota Bekasi.

Dari tingginya angka kematian per 100 ribu penduduk pada masing-masing kota maupun kabupaten Jawa Barat, lintasan selatan terlihat paling mengkhawatirkan.

Sebaiknya, mengingat keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan di daerah, pemerintah Jawa Barat sepatutnya melakukan langkah-langkah luar biasa untuk mencegah peningkatan penularan pada kawasan yang relatif jauh dari pelayanan Bandung maupun Jakarta. Terutama kabupaten yang masih mencatat tingkat kematian rendah, upaya menegakkan pembatasan kegiatan perlu dilakukan lebih serius. Bukan hanya tingkat literasi masyarakatnya. Tapi tingkat kemampuan ekonomi masyarakatnya juga relatif rendah.

Sukabumi, Tasikmalaya, Banjar, Depok, kabupaten Kerawang — bahkan Purwakarta dan Garut — perlu segera diantisipasi. Angka kematiannya per 100 ribu penduduknya cukup tinggi. Bahkan fatality rate di sana, jauh di atas rata-rata. Termasuk Indramayu.

Analisa ini akan jauh lebih baik jika bisa disandingkan dengan ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan di masing-masing daerah. Tapi bagaimana pun, mencegah terjadinya penularan, jauh lebih mudah dibanding menangani korban yang sudah terinfeksi. (*Mardhani, Jilal)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close