#iniruangkuHeadLineKajian

Pemanfaatan Wilayah Pesisir #4

Mediatataruang.com – Kegiatan pengelolaan wilayah pesisir dan kelautan secara terpadu serta berkelanjutan diperlukan untuk dapat memberi kontribusi pada peningkatan pendapatan baik pada masyarakat maupun pemerintah daerah. Cara yang paling praktis dalam upaya tersebut melaksanakan identifikasi dan menganalisis kondisi wilayah pesisir serta potensinya serta membuat strategi pengembangan wilayah pesisir dan kelautan yang berkelanjutan.

Kebijakan yang diambil pada bidang pesisir dan lautan haruslah sebuah kebijakan strategis didasarkan pada obyektivitas ilmiah (scientific objectivity) yang dibangun berdasarkan asas partisipatif dan diarahkan agar rakyat sebagai penerima manfaat terbesar pada wilayah pesisir, diharapkan dapat membawa kemakmuran rakyat, mengembangkan harkat dan martabat bangsa Indonesia serta mampu mensejajarkan diri dengan komunitas negara maju didunia.

Fakta dalam konsep pemikiran ini sangat didukung oleh visi jangka panjang pembangunan wilayah pesisir yang antara lain berupa:

baca juga Kestrategisan Sumber Daya Pesisir

Menemu Kenali Wilayah Pesisir #2

Mitigasi Bencana Wilayah Pesisir #3

  1. Pengembangan program dan kegiatan yang mengarah kepada peningkatan pemanfaatan secara optimal dan lestari sumber daya di wilayah pesisir dan lautan.
  2. Peningkatan kemampuan peran serta masyarakat pesisir dan kepulauan dalam pelestarian lingkungan.
  3. Peningkatan pendidikan, latihan, riset dan pengembangan di wilayah pesisir dan kelautan.
  4. Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan lapangan kerja dan kesempatan usaha.

    Pemanfaatan secara lestari hanya akan dicapai jika sumber daya dikelola secara baik, proporsional dan transparan. Sumber daya yang dimaksud adalah sumber daya manusia, alam, buatan dan sosial (Keraf, 2000). Berdasarkan visi tersebut di atas, maka pemanfaatan secara optimal dan lestari adalah salah satu yang menjadi pertimbangan utama di dalam pengelolaan sumber daya.

    Jika diamati secara seksama, persoalan pemanfaatan sumber daya pesisir dan lautan selama ini tidak optimal dan berkelanjutan disebabkan oleh faktor-faktor kompleks yang saling terkait satu sama lain. Faktor-faktor tersebut dapat dikategorikan kedalam faktor internal dan eksternal.


  5. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan kondisi internal sumberdaya masyarakat pesisir dan nelayan, seperti rendahnya tingkat pemanfaatan sumberdaya, teknologi dan manajemen usaha, Pola usaha tradisional dan subsisten (hanya cukup memenuhi kehidupan jangka
    pendek),
  6. Keterbatasan kemampuan modal usaha.
  7. Kemiskinan dan Keterbelakangan masyarakat pesisir dan nelayan.

    Sedangkan Faktor eksternal, yaitu :
  8. Kebijakan pembangunan pesisir dan lautan yang lebih berorientasi pada produktivitas menunjang pertumbuhan ekonomi, bersifat
    sektoral, parsial dan kurang dirasakan memihak nelayan tradisional.
  9. Belum baiknya kondisinya kebijakan ekonomi makro (political economy)
  10. Kerusakan ekosistem pesisir dan laut karena pencemaran dari wilayah darat, adanya penangkapan ikan dengan bahan kimia, terjadinya eksploitasi dan perusakan terumbu karang, juga penggunaan peralatan yang tidak ramah lingkungan.
  11. Sistem hukum dan kelembagaan yang belum memadai disertai implementasinya yang lemah
  12. Perilaku pengusaha yang hanya memburu keuntungan dengan mempertahankan sistem pemasaran yang menguntungkan pedagang perantara dan pengusaha,
  13. Rendahnya kesadaran akan arti penting dan nilai strategis pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu bagi kemajuan dan kemakmuran.

    Dengan kondisi diatas, berakibat pada kondisi pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan, dominan kegiatan yang kurang mengindahkan aspek kelestarian lingkungan, dan terjadi ketimpangan pemerataan pendapatan. Kondisi ini harus dihindarkan dalam pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan, pengelolaan yang bersifat open acces, sentralistik, seragamisasi, serta pada kondisi kurang memperhatikan keragaman biofisik alam dan sosio-kultural masyarakat lokal.

    Apalagi jika terjadi antara kelompok pelaku komersial (sektor modern) dengan kelompok usaha kecil dan subsisten (sektor tradisional) kurang sejalan/sinergi bahkan akan saling mematikan.

    Tantangan pengembangan dan pengelolaan wilayah pesisir dan kepulauan cukup besar dalam upaya mewujudkannya sebagai pusat perekonomian regional adalah terkait pengelolaan wilayah yang berkelanjutan. Arti luasnya bahwa dalam pemanfaatan dan pengelolaan wilayah pesisir dan kelautan, tidak hanya fokus pada aspek ekonomi semata, tetapi juga bagaimana tetap melestarikan budaya dan memberdayakan masyarakat, serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

    Strategi yang akan diterapkan juga spesifik karena sebagai wilayah pesisir dan kepulauan tentu akan sangat berbeda dengan wilayah yang berorientasi ke daratan. Pengelolaan kawasan pesisir dan kelautan berkelanjutan dapat dicapai melalui identifikasi karakteristik yang baik sehingga dapat dihasilkan konsep pengembangan wilayah yang sesuai.(*Juniar Ilham)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close