Paradigma secepat-cepatnya membuang air ke laut dengan normalisasi sungai tidak relevan ketika ketemu jadwal laut pasang naik, air sungai tentu terhambat keluar muara sungai karena terhambat masuknya air laut oleh hukum massa dan momentum back water (gambar skakmat city, titik 3).
(gambar skakmat city, titik 1 ) Penempatan Proyek betonisasi kanalisasi sungai pada kawasan selatan hulu Jakarta di atas segmen Pintu Air Jakarta dengan kemiringan sudut elevasi kontur tajam, menjadikan aliran sungai seperti perosotan air, ketika debit sungai besar aliran air menjadi semakin deras dan kencang daya rusak mengancam kawasan hilir dibawahnya mengalami akumulasi banjir yang semakin parah.
(gambar skakmat city, titik 2) Jakarta memusuhi air, Jakarta sebagai kota delta yang lahir dari sungai, daratan kota Jakarta terbentuk dari sedimentasi sungai yang disebut tanah Aluvial secara alamiah mengalami pemadatan struktur tanah, yang berakibat penurunan muka tanah ‘sinking’, penurunan muka tanah juga diakibatkan ekstrasi air tanah secara berlebihan oleh pelaku komersil seperti gedung perkantoran, mal dan hotel. Ketika Jakarta durhaka terhadap sungai dengan betonsiasi sungai juga menjadi salah satu faktor menghambat resapan cadangan air tanah yang harusnya bisa dibasahi oleh sungai. Air secepat-cepat mengalir ke laut tanpa sempat diserap.





