#iniruangkuHeadLine

Per Jam Hutan Indonesia Berkurang Seluas 149,84 Ha

Data Statistik Kehutanan, BPS Tahun 2020

Mediatataruang.com – Berdasarkan Data Statistik Kementerian Lingkungan dan Kehutanan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2019 dan data Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2017-2019, Jumlah Luas Daratan Kawasan Hutan berkurang 10.783.413,02 Ha atau Jumlah Luas Daratan dan Perairan Kawasan Hutan berkurang 10.356.826,02 Ha. Tingkat pengurangan 1.300 hingga 4,2 jt Ha dalam satu tahunnya, atau dengan laju pengurangan 0% sampai dengan 5,33% dalam satu tahunnya. Pengurangan luas Kawasan hutan besar-besaran terjadi pada tahun 2012 hingga 2014, kemudian menyusut relative lebih kecil luas penyusutannya dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan dua data statistic tersebut, pengurangan luas Kawasan hutan Indonesia dalam kurun waktu 8 tahun yaitu dari tahun 2011 – 2019, pada setiap jamnya berkurang seluas 149,84 Ha atau setara dengan 1.36 luas lapangan sepakbola per jam.

baca juga Tahun 2025 Es Puncak Jaya Wijaya Di Prediksi Hilang

Pengurangan luas Kawasan hutan tersebut, diiringi pula dengan pengurangan tutupan luas hutan dan deforestasi. Berdasarkan pada Data Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2013 – 2019, laju deforestasi Kawasan hutan di Indonesia antara 0.19% sampai dengan 0,68 % atau setara dengan 223.323,90 Ha pada tahun 2017 dan 815.607,50 Ha pada tahun 2014 – 2015. Berdasarkan data tersebut, angka deforestasi lebih besar terjadi di dalam kawasan hutan dibanding di luar kawasan hutan. Khususnya pada tahun 2014 – 2015 angka deforestasi mencapai angka tertinggi dalam kurun waktu 6 (enam) tahun, atau seluas 1.092.181,50 Ha. Adapun

pada tahun 2020 angka Deforestasi berhasil diturunkan 75,03% dari 462.458,5 Ha di tahun 2018 – 2019 menjadi 115,46 Ha di tahun 2019 – 2020 (Sumber : Siaran Pers Nomor: SP. 062/HUMAS/PP/HMS.3/3/2021). Namun demikian, angka tersebut masih lah teramat luas dikarenakan luasannya masih setara dengan 1.052 lapangan sepak bola.

Berapa (harapan) kontribusi luasan lahan kompensasi jika tetap diterapkan dan tidak digantikan dengan PNBP Kompensasi? Berdasarkan data Statistik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, per tahun 2019 terdapat 242 pemegang IPPKH Tambang dan Non Tambang yang menggunakan Kawasan Hutan seluas 13.983,29 Ha, dan berkewaiban menyediakan lahan kompensasi seluas

20.019 Ha. Sementara yang sudah dipenuhi sebanyak 158 unit pemegang IPPKH mampu dan dapat menuntaskan pemenuhan kewajiban lahan kompensasi seluas 10,649.87 Ha, atau dengan kata lain 65,3% pemegang kewajiban IPPKH pada Provinsi yang luas Kawasan hutannya <30% dapat memenuhi kewajibannya sementara 34,7% lainnya menunggak kewajiban tersebut.

baca juga Raynaldo Sebut Perubahan Kompensasi Dalam PP No.23/2021 Berdampak Pada Deforestasi

Berapakah persentase luasan potensi penambahan luasan hutan dari Lahan Kompensasi terhadap luasan hutan yang dipinjam pakai pada Provinsi dengan luasan hutan <30%?

Berdasarkan hasil olah data yang bersumber pda Data Statistik kementerian LHK tahun 2019, potensi penambahan luas hutan dari Kewajiban Lahan Kompensasi terhadap 242 pemegang IPPKH di Provinsi yang luasan Kawasan hutannya <30% adalah seluas 20.019 Ha., atau kontribusi penambahan luas hutan hasil lahan kompensasi terhadap luas daratan Kawasan Hutan pada provinsi dengan luas Kawasan hutan <30% adalah 12.071,42 Ha dari IPPKH Tambang dan 7.947,58 Ha dari IPPKH Non Tambang, atau berpeluang menambah total 1,33% – 4,61% terhadap luasan Kawasan hutan di 8 (delapan) Provinsi dengan luas Kawasan hutan <30%. Siginifikan atau Tidak Signifikan kah? Penting atau Tidak Penting kah? Melihat persentase luasan yang relative kecil antara 1,33 % – 4,61 % dapat dikatakan kecil, namun jika dikembalikan pada skala mikro upaya perbaikan kualitas lingkungan hidup, tambahan luasan hutan dari Lahan Kompensasi tersebut memberi harapan perbaikan kualitas lingkungan dan dukungan kehidupan bagi masyarakat sekitar beberapa tahun kedepan pasca dilakukan reboisasi, Setidaknya, hal ini pun dapat membantu upaya perbaikan tutupan lahan hutan dan non hutan, sebagaimana penurunan yang terjadi dalam rentang waktu tahun 2014 – 2019 (Data Statistik Kehutanan, BPS Tahun 2020).

Persentase Laju Penutupan Lahan Hutan dan Non Hutan

Namun demikian, Rencana Kerja Kementerian LHK mencatat kenaikan indeks Tutupan Lahan dan Hutan, yang bernilai 58,30 pada tahun 2015, meningkat menjadi 62 di tahun 2019.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close