#iniruangkuHeadLine

Dasyat, Dampak dan Adaptasi Perubahan Iklim Akibat Hutan Berkurang

DAMPAK DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM AKIBAT BERKURANGNYA HUTAN Perubahan iklim mempunyai impak pada kehidupan kita. Tetapi kita bisa memperlambat laju perubahan tadi menggunakan cara dengan membarui perilaku. Bagaimana eksistensi hutan bisa membantu upaya mitigasi perubahan iklim? Keberadaan hutan krusial bagi kesehatan, penghidupan, & masa depan kita. Pepohonan menyerap karbon dioksida dari udara. Gas tersebut diubah sebagai oksigen. Penyerapan karbon dioksida membantu mengurangi pengaruh gas rumah kaca. Semakin banyak pepohonan, maka semakin banyak pula karbon dioksida diserap didalam atmosfer & disimpan untuk pertumbuhan tanaman. Bahkan pada hutan gambut dapat menyimpan karbon dioksida lebih banyak dibandingkan tipe hutan lainnya. Pada saat terjadi penebangan pohon maka proses penyerapan karbon dioksida terhenti, sehingga akan mengakibatkan jenuhnya karbon dioksida di udara yang akan sangat mempengaruhi aktifitas manusia. Karbon dioksida tersebut juga akan terlepaskan ketika sebuah pohon dibakar ataupun membusuk, dan juga ketika tanah gambut digali, dikeringkan atau dibakar. Pada konteks yang lebih luas, Penebangan pohon di hutan dan pembakaran gambut menjadi penyebab utama perubahan iklim. Karena itulah pelestarian hutan sangat penting untuk dilakukan agar dapat menjaga masa depan kita sendiri terkait lingkungan. Terjadinya perubahan iklim karena terlalu banyak efek gas rumah kaca yang dilepaskan di atmosfer, seperti karbon dioksida. Gas rumah kaca berasal dari kendaraan, motor, pabrik, penggunaan energi listrik, pertanian, penggundulan hutan, dan pembakaran gambut. Kadangkala beberapa alasan penggundulan hutan sekilas tampak sebagai cara memperoleh penghasilan atau makanan. Namun sejatinya, kita tetap dapat memperoleh penghasilan, tanpa disadari bahwa hal tersebut akan sangat berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim. Dilain pihak pola cuaca juga menjadi bagian penting dalam kehidupan kita. Pola ini mempengaruhi tata cara bercocok tanam dalam hal ini penggunan air yang digunakan, tempat tinggal, aktivitas dan kesehatan. Hal itulah yang menjadikan alasan bahwa perubahan iklim benar-benar berdampak serius bagi kehidupan kita. Tidak seorang pun yang tahu dengan pasti kenyataan yang akan terjadi di masa depan. Para ahli dapat menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberi gambaran tentang bagaimana iklim akan berubah jika kita terus melakukan perbuatan yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim, seperti menggunduli hutan, menghamburkan energi, dan menerapkan sistem pertanian yang buruk. Hutan sebagian besar menghasilkan kayu, dan produk-produk lainnya, seperti rotan. Hutan juga membantu mencegah terjadinya polusi air, dan menghambat erosi tanah. Hutan membantu menyimpan pasokan air karena hutan menyerap air hujan pada musim penghujan dan melepaskannya di saat musim kemarau. Hutan merupakan rumah bagi banyak hewan liar, burung, berbagai tanaman, dan serangga. Keanekaragaman hayati ini sangatlah penting bagi sistem alami yang membuat lingkungan berfungsi. Terjadinya perubahan iklim akan memperburuk kondisi hutan. Jumlah produk dari keberadaan hutan akan menurun jika eksploitasi hutan semakin masif. Fungsi hutan sebagai pengatur sistem hidrologi dan penyaring air akan juga akan menjadi lemah. Kuantitas air tanah akan berkurang dan kualitas air pun akan menurun. Dengan berkurangnya keanekaragaman hayati, sistem alami tidak akan berjalan secara efektif. Tanaman akan semakin menderita karena perubahan iklim meningkatkan jumlah hama dan penyakit. Mungkin kita akan dapat memperlambat laju perubahan iklim namun kita tidak dapat menghentikannya. Perubahan iklim sudah terjadi. Cuaca telah berubah. Di masa depan, dampak perubahan iklim akan semakin dahsyat. Jadi, telah tiba saatnya mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan iklim dengan membuat strategi untuk mengatasi dampak perubahan tersebut. Upaya membuat strategi untuk menghadapi perubahan iklim dikenal dengan istilah “adaptasi perubahan iklim”. Dampak perubahan iklim berbeda-beda di setiap daerah. Masyarakat di setiap daerah harus memerhatikan lingkungan dan kehidupan mereka, kemungkinan dampak perubahan iklim di Indonesia berupa: - Kerusakan tanaman pertanian dan tanah. - Hasil hutan yang tidak memadai lagi. - Kandungan air asin di tanah meningkat. - Kekurangan air. - Ketidakcukupan ikan. - Penyakit. Hutan akan sangat membantu menjaga kebersihan air. Hutan juga akan menyerap air hujan di musim penghujan dan mengalirkannya selama musim kemarau. Sehingga karena keberadaan hutan di daerah tersebut, lebih banyak air yang dapat disimpan di bawah tanah. Pertanian yang dikelilingi pepohonan akan lebih subur. Tanaman yang tumbuh di antara pepohonan akan bertahan lebih baik ketika musim kemarau

Mediatataruang.com – Perubahan iklim mempunyai impak pada kehidupan kita. Tetapi kita bisa memperlambat laju perubahan tadi menggunakan cara dengan membarui perilaku.

Bagaimana eksistensi hutan bisa membantu upaya mitigasi perubahan iklim? Keberadaan hutan krusial bagi kesehatan, penghidupan, & masa depan kita. Pepohonan menyerap karbon dioksida dari udara. Gas tersebut diubah sebagai oksigen. Penyerapan karbon dioksida membantu mengurangi pengaruh gas rumah kaca. Semakin banyak pepohonan, maka semakin banyak pula karbon dioksida diserap didalam atmosfer & disimpan untuk pertumbuhan tanaman. Bahkan pada hutan gambut dapat menyimpan karbon dioksida lebih banyak dibandingkan tipe hutan lainnya. Pada saat terjadi penebangan pohon maka proses penyerapan karbon dioksida terhenti, sehingga akan mengakibatkan jenuhnya karbon dioksida di udara yang akan sangat mempengaruhi aktifitas manusia. Karbon dioksida tersebut juga akan terlepaskan ketika sebuah pohon dibakar ataupun membusuk, dan juga ketika tanah gambut digali, dikeringkan atau dibakar.

Pada konteks yang lebih luas, Penebangan pohon di hutan dan pembakaran gambut menjadi penyebab utama perubahan iklim. Karena itulah pelestarian hutan sangat penting untuk dilakukan agar dapat menjaga masa depan kita sendiri terkait lingkungan. Terjadinya perubahan iklim karena terlalu banyak efek gas rumah kaca yang dilepaskan di atmosfer, seperti karbon dioksida. Gas rumah kaca berasal dari kendaraan, motor, pabrik, penggunaan energi listrik, pertanian, penggundulan hutan, dan pembakaran gambut. Kadangkala beberapa alasan penggundulan hutan sekilas tampak sebagai cara memperoleh penghasilan atau makanan. Namun sejatinya, kita tetap dapat memperoleh penghasilan, tanpa disadari bahwa hal tersebut akan sangat berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Dilain pihak pola cuaca juga menjadi bagian penting dalam kehidupan kita. Pola ini mempengaruhi tata cara bercocok tanam dalam hal ini penggunan air yang digunakan, tempat tinggal, aktivitas dan kesehatan. Hal itulah yang menjadikan alasan bahwa perubahan iklim benar-benar berdampak serius bagi kehidupan kita. Tidak seorang pun yang tahu dengan pasti kenyataan yang akan terjadi di masa depan. Para ahli dapat menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberi gambaran tentang bagaimana iklim akan berubah jika kita terus melakukan perbuatan yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim, seperti menggunduli hutan, menghamburkan energi, dan menerapkan sistem pertanian yang buruk.

Hutan sebagian besar menghasilkan kayu, dan produk-produk lainnya, seperti rotan. Hutan juga membantu mencegah terjadinya polusi air, dan menghambat erosi tanah. Hutan membantu menyimpan pasokan air karena hutan menyerap air hujan pada musim penghujan dan melepaskannya di saat musim kemarau. Hutan merupakan rumah bagi banyak hewan liar, burung, berbagai tanaman, dan serangga. Keanekaragaman hayati ini sangatlah penting bagi sistem alami yang membuat lingkungan berfungsi. Terjadinya perubahan iklim akan memperburuk kondisi hutan. Jumlah produk dari keberadaan hutan akan menurun jika eksploitasi hutan semakin masif. Fungsi hutan sebagai pengatur sistem hidrologi dan penyaring air akan juga akan menjadi lemah. Kuantitas air tanah akan berkurang dan kualitas air pun akan menurun. Dengan berkurangnya keanekaragaman hayati, sistem alami tidak akan berjalan secara efektif. Tanaman akan semakin menderita karena perubahan iklim meningkatkan jumlah hama dan penyakit.

Mungkin kita akan dapat memperlambat laju perubahan iklim namun kita tidak dapat menghentikannya. Perubahan iklim sudah terjadi. Cuaca telah berubah. Di masa depan, dampak perubahan iklim akan semakin dahsyat. Jadi, telah tiba saatnya mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan iklim dengan membuat strategi untuk mengatasi dampak perubahan tersebut. Upaya membuat strategi untuk menghadapi perubahan iklim dikenal dengan istilah “adaptasi perubahan iklim”.

Dampak perubahan iklim berbeda-beda di setiap daerah. Masyarakat di setiap daerah harus memerhatikan lingkungan dan kehidupan mereka, kemungkinan dampak perubahan iklim di Indonesia berupa:

  • Kerusakan tanaman pertanian dan tanah.
  • Hasil hutan yang tidak memadai lagi.
  • Kandungan air asin di tanah meningkat.
  • Kekurangan air.
  • Ketidakcukupan ikan.
  • Penyakit.

Hutan akan sangat membantu menjaga kebersihan air. Hutan juga akan menyerap air hujan di musim penghujan dan mengalirkannya selama musim kemarau. Sehingga karena keberadaan hutan di daerah tersebut, lebih banyak air yang dapat disimpan di bawah tanah. Pertanian yang dikelilingi pepohonan akan lebih subur. Tanaman yang tumbuh di antara pepohonan akan bertahan lebih baik ketika musim kemarau. (*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close