#iniruangkuHeadLine

Hutan di Obral, Masyarakat Ajak Patungan Beli

Mediatataruang.com – Lahirnya Peraturan Pemerintah No 23 tahun 2021 yang memberikan kemudahan para investor dalam membebaskan lahan kehutanan terus menimbulkan polemik di negeri ini.

Biaya PNPB yang dianggap terlalu murah justru malah menggerakan para pegiat lingkungan salah satunya lingkar masyarakat peduli tata ruang (LIMAPETA), mengkritisi kebijakan tersebut dengan mengajar masyarakat untuk urunan Membeli Hutan yang hanya dinilai sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) saja.

Gerakan tersebut akan mulai dikampanyekan oleh LIMAPETA mulai Tanggal 17 Agustus 2021 bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76 (tujuh puluh enam), dengan maksud memberi kesadaran pada semua pihak bahwa bangsa Indonesia harus berani memerdekakan dirinya termasuk merdeka untuk terus memiliki jutaan hektar hutan yang terus terjaga.

baca juga LimaPeta : PP 23 / 2021 Adalah Pengkhianatan Paling Radikal, Batalkan Sebelum Rakyat Membatalkan Mandat

Menurut LIMAPETA tidak ada kemerdekaan yang didapatkan secara gratis, artinya setiap kemerdekaan pasti membutuhkan banyak pengorbanan, untuk itulah mereka mengajak 260 juta rakyat Indonesia untuk bahu membahu memberikan pengorbanan nya dalam bentuk apapun termasuk bagi mereka yang memiliki kelonggaran rezeki untuk menyumbangkan sebagian rezekinya untuk Membeli Hutan jengkel demi jengkal yang ada di wilayah Indonesia sebelum benar benar tereksploitasi oleh tangan tangan investor hitam.

LIMAPETA berencana akan membuka rekening bersama dengan berbagai komunitas lainnya untuk menerima donasi dari masyarakat Indonesia yang memak memandang perlunya Hutan bagi kehidupan saat ini dan esok hari, dan rekening tersebut akan mulai dilaunching pada tanggal 17 Agustus 2021.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close