#iniruangkuHeadLine

Rimbawan : PP 23 Tahun 2021, Berdampak Kebencanaan dan Perubahan Iklim Global

Jika terus terjadi maka akan menimbulkan dampak yang buruk seperti: Berkurangnya sumber cadangan karbon hutan, Tidak tersedianya habitat flora maupun fauna, Berkurang bahkan hilangnya sumber air, Timbulnya berbagai macam bencana, dan yang paling besar dampaknya adalah perubahan iklim secara global.

Mediatataruang.com – Salah satu hal yang menjadi perhatian banyak pihak dari PP No 23 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Kehutanan  adalah dimana nilai kompensasi sangatlah kecil jika dibandingkan dengan nilai kerusakan yang akan terjadi dari adanya suatu mekanisme PPKH .

Salah satu aspek penting yang akan terjadi adalah dikhawatirkan akan terjadi adalah berkurangnya luasan hutan dan semakin menurunya fungsi hutan secara ekologis. Dengan adanya sebuah akses bagi masyarakat untuk melakukan pemanfaatan dan pengelolaan hutan yang di legal formalkan, membuat hutan kehilangan kekuatan untuk melakukan kontrol secara alamiahnya.

Mau tidak mau dan siap tidak siap, lambat laun akan terjadi perubahan fungsi kawasan dikarenakan masyarakat pastinya akan berorientasi bagaimana hutan tersebut memberikan nilai ekonomis yang tinggi bagi kehidupannya, dan yang paling disoroti adalah kekhawtiran terkait alih fungsi lahan menjadi sektor lain diluar lingkup Kehutanan.

Belum lagi dengan melihat berbagai kondisi yang saat ini terjadi disertai dengan data-data yang terhimpun, dari waktu ke waktu, dari satu tempat ke tempat lain, terjadi penurunan luasan hutan.

Jika terus terjadi maka akan menimbulkan dampak yang buruk seperti: Berkurangnya sumber cadangan karbon hutan, Tidak tersedianya habitat flora maupun fauna, Berkurang bahkan hilangnya sumber air, Timbulnya berbagai macam bencana, dan yang paling besar dampaknya adalah perubahan iklim secara global.

Maka dari itu, untuk melakukan implementasi PP 23 Tahun 2021 ini perlu adanya sebuah kajian secara terperinci yang disertai dengan pertimbangan berbagai aspek-aspek kehidupan, yang mana hal ini bisa dilakukan dengan mencoba di beberapa lokasi yang dijadikan sebagai percontohan.

Sehingga, akan tergambar bagaimana program ini dijalankan, dan setelah itu analisis hasil percontohan untuk menentukan apakah program ini baik dan bisa untuk diterapkan atau tidak .

Ketika bisa untuk diterapkan, hal paling penting dan harus menjadi catatan adalah pendampingan serta pengawasan intensif yang senantiasa harus dilaksanakan agar program yang dilaksanakan dapat terarah sesuai kaidah yang sudah ditentukan. Yang terpenting adalah Hutan Terjaga, manfaatnya dapat terus ada, serta dapat membuat masyarakat sejahtera. (*Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam Rimbawan, Dadang Maulana A.G)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close