#iniruangkuHeadLine

Prancis Ingatkan Ancaman Bencana di Muka Bumi, Italia Tercatat Suhu Terpanas di Eropa

Mediatataruang.com – Prancis, yang sempat menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim pada akhir 2015 lalu, mengingatkan ancaman “bencana” di muka Bumi jika negara-negara dunia gagal menghasilkan perjanjian untuk mengatasi efek pemanasan global.

Komentar Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius terlontar seiring munculnya sejumlah laporan efek buruk pemanasan global, terutama terhadap kaum miskin dan mereka yang tinggal di kota-kota besar di seluruh dunia.

“Kehidupan di planet kita sedang dipertaruhkan,” kata Fabius kepada awak media, dalam pertemuan level menteri dan utusan masalah perubahan iklim dari 70 negara di Paris, seperti dikutip AFP, Minggu (8/11/2015) waktu itu.

Sementara Pulau Sisilia, Italia telah mencatat suhu terpanas yang pernah tercatat di Eropa yakni 48,8 derajat Celsius. Seperti dilaporkan BBC, Rabu (11/8/2021), pencapaian suhu di dekat Syracuse itu masih perlu diverifikasi oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).

Namun menurut WMO, rekor resmi saat ini di Eropa adalah 48 derajat Celcius, terdaftar di Athena, Yunani, pada tahun 1977. Gelombang panas terbaru di Italia disebabkan oleh antisiklon yang dijuluki Lucifer, bergerak naik dari Afrika. Antisiklon adalah daerah tekanan atmosfer tinggi, tempat udara tenggelam.

Lucifer diperkirakan akan menuju utara melintasi daratan Italia, yang semakin meningkatkan suhu di kota-kota termasuk ibu kota, Roma.

Kementerian kesehatan Italia telah mengeluarkan peringatan “merah” untuk panas ekstrem di beberapa wilayah. Sementara jumlah kota yang menghadapi risiko kesehatan tertinggi diperkirakan akan meningkat dari delapan menjadi 15 pada Jumat.

Gelombang panas Mediterania, yang telah membuat beberapa negara mencatat suhu tertinggi dalam beberapa dekade, telah menyebabkan penyebaran kebakaran hutan di Italia selatan, dengan Sisilia, Calabria, dan Puglia sebagai wilayah yang paling parah dilanda.

Pada Rabu (11/8), petugas pemadam kebakaran Italia mengatakan telah terlibat dalam lebih dari 300 operasi di Sisilia dan Calabria selama 12 jam. Mereka berjuang sepanjang malam untuk mengendalikan api yang membakar ribuan hektar tanah.

Secara terpisah, kebakaran hutan terus berlanjut di Yunani, dipicu oleh angin kencang dan vegetasi kering. Tim negara asing ikut juga membantu untuk pemadaman kebakaran yang oleh Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis digambarkan sebagai “musim panas yang mengerikan”.

Perubahan iklim meningkatkan risiko cuaca panas dan kering yang kemungkinan akan memicu kebakaran hutan. Dunia telah menghangat sekitar 1,2 derajat Celsius sejak era industri dimulai dan suhu akan terus meningkat kecuali pemerintah di seluruh dunia melakukan pemotongan tajam terhadap emisi.

Pada Senin, PBB merilis satu laporan besar yang menyatakan aktivitas manusia membuat peristiwa cuaca ekstrem menjadi lebih umum.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close