Daerah

Desa Kertawangi Jalin Kerjasama Perhutani KPH Bandung Utara Bangun Rest Area Pesona Burangrang

Mediatataruang.com, Kabupaten Bandung Barat – Ditengah pandemi covid – 19, Desa Kertawangi Cisarua Kabupaten Bandung Barat menciptakan inovasi dengan membuka usaha untuk masyarakat petani tanaman hias yang bekerjasama dengan perhutani.

Kepala Desa Kertawangi Yanto mengungkapkan dengan di resmikannya Kelompok Tani Tanaman Hias Bangkit Bersama Pesona Burangrang ini bisa menjadi inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat setempat khususnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada perhutani KPH Bandung Utara yang telah memberikan lahannya untuk dikelola oleh masyarakat tani Desa Kertawangi dengan mekanisme kerjasama,”ungkapnya saat ditemui setelah acara peresmian, Selasa (24/8/2021).

Seperti diketahui, lanjut Kades mengatakan di Pesona Burangrang telah di buat spot spot untuk tanaman hias, kuliner, tempat parkir, WC umum dan informasi wisata yang ada di wilayah Cisarua Lembang. Anggaran mengunakan swadaya masyarakat.

“Untuk spot tanaman hias sebanyak 21 dan untuk spot kuliner 20. Sarana prasarana dibangun oleh warga dan yang berjualan disini juga khusus untuk warga setempat,”ujarnya.

Dari pantauan di lokasi, lounching ini diresmikan langsung oleh pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Hadir dalam acara tersebut Kepala Adm Pehutani KPH Bandung Utara beserta jajarannya, Muspida pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan masyarakat tani.

Sementara dalam kesempatan yang sama Kepala Adm Perhutani KPH Bandung Utara, Usep Rustandi mengatakan pihaknya menyambut baik setelah di lounching rest area Pesona Burangrang, soalnya ini merupakan momen atau kesempatan untuk bisa berkolaborasi dengan masyarakat.

Usep memaparkan dulunya lahan ini digunakan sebagai tempat persemaian dengan luas 5000 meter persegi dan sekarang sudah tidak ada kegiatan tanaman lagi karena hutannya sudah tertutup.

Kini, lanjut Usep mengatakan kemudian aset ini difungsikan atau dimanfaatkan lagi oleh masyarakat untuk membuka peluang usaha agar masyarakat dapat beraktifitas. Dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Untuk mekanisme sistemnya di kontrak atau dikerjasamakan antara perhutani dan masyarakat dengan jangka waktu selama 2 tahun. Dan kerjasama ini bisa diperpanjang jika sudah habis kontraknya,”pungkasnya. Kus/Uwo

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close