#iniruangkuHeadLine

Gubernur Dikecam, Disahkannya RTRW Provinsi Jabar Dinilai ‘Neraka’ Bagi Subang

Mediatataruang.com – Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan menganggap disahkannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat seperti menciptakan ‘Neraka’ di Kabupaten Subang.

Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB mengatakan, selain berpotensi menciptakan Neraka, Raperda ini juga bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria. Lahan sawah di Kabupaten Subang yang luasnya 86.000 Ha akan menyusut ke luas 54.000 Ha.

“Subang ini adalah lumbung padi, jika akan menghabiskan sekitar 32.000 Ha lahan sawah. Buat apa dibangun bendungan Sadawarna jika lahan sawahnya saja sudah tidak produktif,” kata Evi Silviadi.

Evi Silviadi juga geram karena rencana Perubahan tanah timbul di sekitaran Patimban yang harusnya untuk penambahan lahan sawah atau hutan lindung, tetapi dijadikan area Industri.

“Gubernur Jabar jangan mengorbankan persoalan kebutuhan dasar hidup hanya untuk menambah ekonomi. Ekonomi maju tetapi kita susah untuk makan karena keterbatasan bahan pangan, untuk apa semua ini,” tegas Evi Silviadi.

Evi Silviadi menambahkan, walaupun ini bertujuan untuk mempermudah investasi, namun mempermudah bukan berarti merusak.

“Kami sepakat tentang kemajuan ekonomi atau menambah ekonomi, tetapi bukan berarti itu merusak hak hidup. Jadi Gubernur harus berhati-hati,” lanjutnya.

Jika sudah menjadi area Industri yang produktif, Evi khawatir siapa yang bisa menahan agar lahan pertanian masih tetap terlestarikan.

“Apakah Kecamatan sekitarnya bisa menahan ? Kita tidak bisa menahan masyarakat untuk tidak menjual tanah, karena mereka yang punya sertifikatnya. Ini yang saya khawatirkan,” tutup Evi.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close