#iniruangkuHeadLine

Anggota DPR RI TB Hasanudin Angkat Bicara Terkait Bentrokan Warga Majalengka dan Indramayu

Mediatataruang.com – Dua warga Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat, yakni Yayan (40), warga Desa Jatiraga, dan Uyut Dihenda (33), warga Desa Sumber Kulon, meregang nyawa dalam dugaan penganiayaan pada pekan kemarin.

Hal ini menjadikan Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, angkat bicara. Ia meminta pihak PT Rajawali atau PG Jatitujuh, lebih bisa menjaga lahan jika mau terus melanjutkan sistem kemitraan, dengan para petani penyangga.

Hal tersebut terungkap saat  TB Hasanuddin melakukan pertemuan dengan PT Rajawali, Forkopimda, petani penyangga yang diwakili oleh sejumlah Kepala Desa  di Jatitujuh, BPN dan sejumlah pihak lainnya, Jumat, 8 Oktober 2021.

TB Hasanuddin mengungkapkan, hal ini perlu diperjelas batas lahan garapan masing-masing petani yang melakukan kemitraan, jika tidak bisa melaksanakan hal tersebut, maka segera lapor ke negara dan nanti negara akan mencabut status HGU bagi PT Rajawali.

Menurut TB Hasanuddin, ketegasan tersebut harus dilakukan, apalagi setelah dua petani penggarap tewas dalam konflik, pekan lalu.

“Batas wilayah antara Majalengka dan Indramayu pun harus diperjelas, apalagi untuk penggarapan, secara teknis harus jelas betul, siapa menggarap di mana, berapa slotnya setiap orang. Beri tanda untuk memperjelas batasnya, sampai kapan mereka menggarap. Lengkapi dengan bukti perjanjian tertulis,” ucap TN Hasanuddin.

Dia pun meminta, agar BPN melakukan sosialisasi batas kepada masyarakat, karena munculnya konflik tersebut, terjadi di perbatasan lahan yang tengah digarap, ialah lahan yang cukup lama tidak digarap yang disebutnya tidak bertuan.

“BPN lakukan sosialsiasi mana batas negara, mana batas imajiner.  Karena konflik datang dari batas tidak bertuan,” ujar TB Hasanuddin, yang menyarankan juga patroli.

Menyikapi konflik yang terjadi anggota Komisi yang menangani pertahanan dan keamanan ini meminta semua tenang dan damai dalam menghadapi persoalan hukum negara.

Pihaknya juga siap untuk memfasilitasi pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Kabupaten Majalengka agar petani penggarap merasa tenang dan bisa meningkatkan produktivitas gula nasional.

Apabila muncul persoalan baru, dia minta segera melaporkannya ke Komisi yang ada di DPR RI untuk segera disikapi.

“Soal penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan, penegakan hukum harus dilakukan. Siapa pun yang bersalah bawa ke meja hijau dan tegakan hukum secara adil,” katanya.

Sebelumnya para pertemuan tersebut mengemukakan bahwa kasus konflik muncul karena persoalan batas wilayah,  ini kesalahannya ada pada bpn yang tidak mengikuti batas wilayah. Batas wilayah antara Indramayu dan Majalengka yang hingga akhirnya  diambilah batas jalan milik PT Pertamina.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Majalengka, Dedi Purwadi mengatakan batas wilayah harus melihat koordinat dan mengikuti administrasi wilayah.

General Manajer PG Jatitujuh, Aziz Romdon Bakhtiar mengatakan, program kemitraan antara PG Jatitujuh dengan desa penyangga mulai dilakukan di Tahun 2018. Ada 5.400 hektare yang digarap oleh petani di Majalengka dengan melibatkan 1.300 petani dan tahun ini berkembang menjadi 2.232. Kemitraan di Kabupaten Majalengka berjalan lancar dan kondusif, semua merasa saling menguntungkan.

Sementara Ketua FK3I Jabar, Dedi Kurniawan mengatakan terjadinya sengketa lahan di 12 ribu Ha  lebih di kawasan Indramayu Majalengka murni keteledoran pemerintah pusat dalam hal ini KLHK, Kementrian BUMN serta stakholder lainnya.

“Lahan seluas itu tidak menguntungkan Sejak 1976. Petani dan masyarakat jadi korban, KLHK jadi kambing hitam dan PT. RNI/ BUMN selalu bicara rugi. Luasan hutan yang sudah berubah jadi HGU perkebunan tersebut sudah beberapa kali ganti Presiden tidak menguntungkan masyarakat serta tidak selesai dengan tuntas,”ujar Dedi.

Lanjut Dedi menyebutkan hal ini kiranya penting KPK mulai mengusut masalah ini. Dan kami meminta masyarakat tetap tenang dan berkepala dingin.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close