#iniruangkuHeadLine

Penggasak Lahan Kehutanan Bernama BUMN

Mediatataruang.com – Sejatinya Bada Usaha Milik Negara (BUMN) didirikan oleh Bung Karno adalah sebagai penopang laju pertumbuhan ekonomi dengan menggerakan segala potensi sumber daya yang dimiliki oleh negara.

Ternyata harap tinggal lah harap, setelah puluhan tahun perusahaan perusahaan raksasa didirikan dengan modal dari keuangan negara yang tentunya juga sangat besar, ternyata dari tahun ke tahun ribuan BUMN yang ada di dalam negeri hanya mampu merengek penyertaan modal yang dikeluarkan oleh keuangan negara.

Ribuan Lahan Kehutanan Digasak BUMN Puluhan Tahun, Erick Tohir Diam Seribu Bahasa

Tercatat dalam tahun 2021 saja sepanjang tahun yang belum masuk masa akhir ini negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sudah menyiapkan pos sebedar 42 trilyun lebih penyertaan modal pada perusahaan perusahaan plat merah tersebut, yang entah apakah akan berimplikasi signifikan pada keuntungan yang dikembalikan dalam bentuk deviden pada negara.

Bukan hanya itu saja, data dari kementerian kehutanan menunjukan bahwa beberapa perusahaan berplat merah di dalam negeri ternyata telah menggasak puluhan ribu lahan kehutanan, yang beberapanya sudah berlangsung selama puluhan tahun tanpa komitmen ganti kompensasi lahan.

Meski di awal proposal pengggunaan lahan tersebut sudah terjadi klausul dua belah pihak untuk penyediaan lahan kompensasi dari beberapa BUMN tersebut akan tetapi klausul tinggalah klausul, semua hanya omong kosong berlatar kertas putih dibumbuhi tanda tangan dan cap resmi.

PT Perusahaan Listrik Negara, PT Aneka Tambang dan PT Rajawali Nusa Indonesia adalah tiga dari sekian perusahaan plat merah yang tercatat menjadi juara penggasak lahan kehutanan.

Berdasar kan data kementerian kehutanan ada 12 ribu hektar lahan kehutanan yang digasak oleh PT RNI, 1100 hektar Lahan oleh PT PLN dan Ratusan Hektar oleh PT ANTAM, ditambah beberapa BUMN lain yang masih tanpa malu menggasak lahan kehutanan tanpa berkomitmen memberi kompensasi.

FK3I Jabar Sayangkan Bentrokan Petani Tebu di Indramayu, Ini Kronologi Peralihan Lahan Hutan Oleh PT RNI

Semangat kehadiran negara untuk menjaga hutan sebagai lahan penopang utama program ketahanan pangan ternyata telah digerogoti oleh apa yang menjadi bagian dari negara sendiri, dalam hal ini BUMN.

Jauh panggang dari api apa yang pernah menjadi slogan menteri BUMN Erick Tohir tentang tatakelola BUMN yang Bersih Transparan dan Profesional, bila sampai hari ini borok yang terjadi di perusahaan perusahaan plat merah tersebut sama sekali tidak diupayakan untuk disembuhkan atau diangkat.

Maka siapapun yang menjadi Kepala Negara di negeri ini akan terus tersandra oleh perilaku perilaku para elit BUMN tersebut.(*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close