Daerah

Upaya Pencapaian Hasil Getah, KPH Bandung Selatan Optimalkan Potensi dan SDM Yang Ada

Mediatataruang.com – Penyadapan pohon pinus di kawasan hutan terus digenjot. Sebagai upaya pencapaian penghasil getah, KPH Bandung Selatan melakukan loncatan loncatan dengan melihat potensi dan SDM yang sudah ada.

Sebelumnya KPH Bandung Selatan sudah menjadi leader di getah karena 80 persen kawasan hutan yang ada di Pulau Jawa di kelola oleh KPH Bandung Selatan. Hal ini disampaikan Wakil Administratur Wilayah Barat Trisna Mulyana saat ditemui di Kantor KPH Bandung Selatan, beberapa hari lalu.

Trisna mengatakan dengan potensi yang ada tapi pengelolaannya masih kurang. Atas dorongan dari pimpinan KPH Bandung Selatan hal ini perlu dilakukan identifikasi potensi dan budaya kerja perlu diawasi atau diperhatikan.

“Atas dorongan dari kepala Adm, untuk mengelola potensi dan SDM yang ada. Karena sebelumnya KPH Bandung Selatan masih kurang dari segi pengelolaan padahal potensi dan SDM sudah ada. Selain itu juga kinerja perlu ditingkatkan dari berbagai bidang,”ujar Trisna.

Untuk diketahui sebelumnya, Trisna mengungkapkan bahwa KPH Bandung Selatan hanya ada di peringkat 5 besar KPH penghasil getah di Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. Sekarang dari laporan kemarin KPH Bandung Selatan menjadi peringkat 1 di Divisi Regional Jawa Barat dan Banten.

“Bahkan saat ini mejadi No 1  seperhutani raya yaitu di Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Divisi Regional Jawa Tengah, Divisi Regional Jawa Timur,”ungkapnya.

Lanjut Trisna menyebutkan bahwa untuk penyadap sendiri di KPH Bandung Selatan terdiri dari 70 persen dari masyarakat lokal dan 30 persen nya dari luar salah satunya dari Majenang.

Sementara masih ditempat yang sama Administratur KPH Bandung Selatan, Edrian Sunardi mengatakan kalau mau hasil luar biasa harus kerja luar biasa juga. Dan melakukan disiplin Sehingga akan terlihat pengorbanan leader KPH Bandung Selatan terhadap perusahaan.

“Contohnya penerapan apel pagi, bagaimana melihat rekan kerja kita melakukan aktifitas dan saya tidak menerima alasan keterlambatan. Dan kami selalu memberikan contoh tidak memberikan perintah. Jadi kami menerapkan sistem disiplin dan profesionalisme dalam bekerja,”ujar Edrian.

Lanjut Edrian mengatakan dengan melakukan percepatan percepatan kegiatan untuk mengdongkrak pendapatan meskipun keterbatasan SDM tapi kita perlu melakukan prioritas prioritas. Dan hasilnya bisa dibuktikan dimana kita berada di peringkat 1 dalam operasi aset.

Disinggung mengenai target, Edrian menyebutkan bahwa untuk tahun 2021 hingga bulan september mencapai 91 persen dengan volume 2139 ton dan target dibulan Oktober adalah close.

“Jadi di ada sisa waktu bulan Oktober sampai Desember  dan untuk pelampuan target KPH Bandung Selatan menargetkan tidak kurang dari 600 ton. Dilihat dari bentang alam lahan yang ditanami pinus sebesar 15 ribu hektar dan yang sudah dilakukan sadapan baru 50 persen,”sebutnya.

Selain itu juga, Erdrian mengungkapkan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab perusahaan kepada para pekerja, pihak KPH Bandung Selatan telah memberikan santunan kepada penyadap getah pinus yang meninggal dunia.

“ Jadi kami dari perhutani telah memberikan jaminan asuransi keselamatan kerja dan santunan, sehingga para pekerja dapat bekerja dengan tenang, nyaman dan optimal,”pungkasnya. Kus

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close