#iniruangkuHeadLine

Mimpi itu Terhenti di Padalarang

Mediatataruang.com – Kereta Cepat Jakarta – Bandung, bukan hanya sebuah mega proyek dengan biaya Fantastic, akan tetapi sebuah mimpi satu bangsa atas sebuah kemajuan teknologi.

Iya benar ada satu mimpi besar akan kemajuan teknologi, di balik pembangunan kreta cepat Jakarta- Bandung, yang disebut sebut sebagai kelahiran era baru teknologi transportasi dalam negeri.

Akan tetapi di saat mimpi itu mulai bersemi, banyak persoalan persoalan rumit menyertainya, salah satunya dengan pembengkakan biaya hingga 30% dari perencanaan.

Pembengkakan biaya ini pun serta merta diikuti dengan keharusan Pemerintah merubah skema pembiyaan pembangunan proyek dengan menggunakan dan APBN, dari yang seharusnya sama sekali tidak menyentuh anggaran pengeluaran negara.

Kelahiran Perpres no 91 tahun 2021 sebagai landasan percepatan proyek kreta cepat Jakarta- Bandung, sebagi pengganti Perpres no 107 tahun 2015, memang banyak merubah skema pembangunan mega proyek tersebut.

Bukan hanya keterlibatan APBN dalam skema pembiyaan, akan tetapi juga terjadi perubahan TOD dan juga stasiun akhir kreta cepat yang seharusnya sampai ke stasiun Tegal Luar, yang berada agak ke Timur dari kota Bandung, kini harus terhenti di stasiun Padalarang, yang terletak agak ke barat dari Kota Bandung.

Terhentinya pembangunan jalur kreta cepat Jakarta- Bandung di stasiun Padalarang mungkin disebabkan membengkaknya pembiyaan yang harus melibatkan APBN dan juga keengganan pemerintahan Jokowi untuk terlalu menggambarkan anggaran negara hanya untuk satu proyek yang hanya bisa dinikmati oleh dua provinsi saja. (*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close