#iniruangkuHeadLine

Diharapkan BRIN Bisa Dorong Inovasi Teknologi Energi Nuklir

Mediatataruang.com – Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, amat sangat berkepentingan dengan ide cita-cita dan inovasi untuk membangun kapal sipil atau kapal niaga bertenaga nuklir ini. Energi nuklir tidak hanya bisa menggerakkan kapal selam!

Sehingga kita mengharap kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), lembaga negara yang baru terbentuk dengan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarahnya, bisa segera mendorong penelitian dan inovasi teknologi energi nuklir serta implementasinya supaya dipercepat.

Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno sejak tahun 1950-an sudah bercita-cita agar energi nuklir bisa dibangun dan dimanfaatkan untuk kemakmuran bangsa.

Tanpa menyingkirkan jenis-jenis energi bersih lainya yang juga kita butuhkan sejalan dengan keinginan dunia untuk menuju energi bersih bebas emisi karbon atau gas rumah kaca, energi nuklir sudah semestinya untuk dipercepat pemanfaatannya di tanah air.

Kehadiran energi nuklir di tanah air tidak ditujukan agar 100% listrik nasional dari nuklir. Tapi cukup hanya sekitar 10 – 15% saja dari Energy Mix Nasional berasal dari nuklir. Di level ini energi nuklir sudah cukup untuk mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional bisa tumbuh double digit di atas 10%.

Selama ini sejak Indonesia merdeka tidak pernah ekonomi nasional tumbuh double digit. Paling sering tumbuh mubeng-mubeng disekitar 5%.

Padahal data Statistik GDP/GNP dunia menunjukkan bahwa hampir semua negara-negara yang sekarang tergolong negara industri maju berpendapatan tinggi seperti negara-negara OECD, Jepang, Kosel dan kini menyusul China, semua negara itu ekonominya pernah mengalami pertumbuhan double digit dan semuanya punya PLTN.

Ekonomi negara kita pasca pandemi covid-19 sangat bisa untuk tumbuh lebih cepat menuju pertumbuhan double digit menjadi negara industri maju, jika dan hanya jika (if and only if), negara kita memanfaatkan kemajuan teknologi energi nuklir.

Disamping untuk listrik, juga energi nuklir bisa dipakai untuk mengganti BBM di sektor angkutan laut. Kapal niaga, kapal barang dan kapal penyebrangan yang kedepannya sebaiknya diganti dengan kapal laut bertenaga nuklir.

Angkutan laut nasional pasti akan menjadi jauh lebih efisien dan lebih murah karena bahan bakarnya menjadi lebih murah daripada BBM/solar.

Pengisian Bahan Bakar Nuklir untuk angkutan laut hanya sekali dalam 30 tahun ! Ini luar biasa efisiennya !!! Serta, kecepatan angkutan lautnya menjadi jauh lebih cepat dari kapal-kapal berenergi BBM yang kecepatannya kita ketahui sangat lambat.

Contoh, kapal penyeberangan dari Pelabuhan Lembar di Lombok menuju Pelabuhan Padangbai di Bali yang jaraknya hanya 40 km, ditempuh dalam waktu sekitar 5 – 6 jam. Kapal niaga, kapal penyebrangan bertenaga nuklir pasti lebih cepat sampai di pelabuhan tujuan.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close