#iniruangkuHeadLine

Sensus Pertanian 2023

Mediatataruang.com – Sensus Pertanian pada dasar nya  merupakan sensus yang bertujuan untuk pertama mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat supaya diperoleh gambaran yang jelas tentang struktur pertanian di Indonesia, dan kedua, mendapatkan kerangka sampel yang dapat dijadikan landasan pengambilan sampel untuk survei-survei pertanian rutin.

Sudah menjadi kesepakatan selama ini, Sensus Pertanian dilakukan tiap 10 tahunan. Terakhir, kita melaksanakan nya pada tahun 2013. Arti nya, pada tahun 2023, kita kembali harus melaksanakan Sensus Pertanian lagi. Selama kurun waktu 10 tahun, pasti telah terjadi banyak perubahan, sekalipun dalam 5 tahunan ada Survey Ekonomi Nasional. Saat ini kita berada di tahun 2021. Kita masih memiliki waktu 2 tahun ke depan untuk mempersiapkan nya.

Namun begitu penting dicatat. Sekarang ini, kita sedang berjuang untuk melawan merebak nya Virus Corona. Sudah setahun kita menjalani masa pandemi covid 19. Langkah-langkah untuk melawan nya sudah ditempuh. Perubahan pola hidup menjadi salah satu kata kunci dalam memerangi keganasan virus ini. Beberapa waktu belakangan ini kita sedang menggenjot program vaksinisasi.

Sensus Penduduk 2020 yang dilakukan di masa pandemi covid 19, boleh di bilang kurang berhasil. Struktur kependudukan sebagaimana yang diharapkan dengan ada nya Sensus Penduduk 2020 tidak terwujud dengan baik, mengingat jumlah penduduk yang disensus jauh di bawah target yang ditetapkan. Pendekatan melalui online terlihat hanya menyentuh sebagian kecil responden. Kesimpulan nya Sensus Penduduk 2020 perlu untuk diberi beberapa catatan.

Apa yang terjadi pada penyelenggaraan Sensus Penduduk 2020, diharapkan tidak terulang lagi, tatkala Sensus Pertanian 2023 di gelar. Persiapan yang cukup matang penting digarap, tentu dengan mempertimbangkan ada nya era pandemi covid 19.

Walau hingga kini kita belum dapat memastikan kapan masa pandemi covid 19 bakal berakhir, namun setidak nya dapat diantisipasi kemungkinan terburuk jika pandemi covid 19 masih berlangsung di saat Sensus Pertanian harus dilaksanakan.

Selama ini kita sering mendengar kata Sensus Pertanian. Padahal, yang kita tahu, sensus itu selalu terkait dengan manusia seperti sensus penduduk. Namun begitu, penting dicatat. Seiring dengan perkembangan jaman, upaya pencarian data terekam semakin berkembang. Data ini dibutuhkan untuk merumuskan kebijakan dan strategi pembangunan yang makin kompleks dan sarat dengan tantangan.

Lalu, apa perlunya Sensus Pertanian ? Sensus Pertanian  merupakan kegiatan mendata seluruh usaha pertanian di subsektor tanaman pangan, hortikultura (sayuran, buah-buahan, tanaman hias, dan tanaman obat), perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan, baik pada rumah tangga, perusahaan, maupun pesantren/seminari, lembaga pemasyarakatan, barak militer, dan kelompok usaha bersama.

Data yang dihasilkan antara lain luas lahan, jenis irigasi, tanaman semusim dan tahunan (luas tanam/jumlah pohon/rumpun), peternakan (jumlah ternak menurut kelompok umur, pemakaian pakan, dan parameter mutasi ternak), jumlah rumah tangga pertanian menurut subsector, rumah tangga yang melakukan pengolahan hasil pertanian, rumah tangga yang melakukan jasa pertanian, karakteristik sosial demografi (jenis kelamin, umur, dan kegiatan pertanian yang dilakukan) dan kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan

Sejak Indonesia memproklamirkan diri sebagai negara merdeka, Sensus pertanian di Indonesia telah dilaksanakan selama enam kali, yaitu pada tahun 1963, 1973, 1983, 1993, 2003 dan 2013. Sensus pertanian yang ke-7 akan dilakukan pada tahun 2023. Inovasi dalam setiap kurun waktu 10 tahunan terus dilakukan. Kita ingin memiliki data yang sahih dan akurat.

Sensus Pertanian akan sukses jika responden utama nya yaitu petani dan dunia usaha pertanian dapat di data dan memberikan informasi yang benar. Pertanyaan nya adalah apakah suasana yang kondusif bakal tercapai sekira nya pandemi covid 19 belum berakhir dengan tuntas ?

Di sisi lain, selama ini memang ada informasi bahwa di beberapa daerah, petugas Sensus terkadang hanya menggugurkan kewajiban saja pada saat menjalankan tugas nya. Mereka tidak berupaya untuk mengungkap data yang lebih lengkap dari responden.

Yang lebih memalukan ada juga petugas yang cukup mendatangi rumah ketua RT nya, lalu meminta foto copy KTP warga masyarakat yang ada di RT tersebut. Ini sebetul nya perilaku petugas Sensus yang perlu dilakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan Sensus di masa lalu.

2 tahun kurang, bukanlah waktu yang lama. Sensus Pertanian 2023, mestilah mampu memberi gambaran yang jelas terkait struktur pertanian dan data petani. Secara teknokratik kita ingin tahu berapa sesungguh nya jumlah petani yang ada di negeri ini. Ada berapa jumlah petani buruh ? Lalu, bagaimana dengan petani gurem nya ? Tak kalah penting nya juga soal petani kecil dan petani besar nya ?

Sekarang kita berada di antara pertengahan dan penghujung tahun 2021. Sensus Pertanian 2023, boleh jadi tidak terlalu menjadi prioritas kegiatan pembangunan. Semua perhatian kini tercurah kepada penanganan covid 19 dan pemulihan ekonomi. Anggaran pun di refokusing. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk penanganan covid 19.

Kita memang butuh anggaran yang cukup besar untuk menyelesaikan bencana kemanusiaan yang disebabkan virus corona. Kita tidak boleh main-main dalam melakukan penanganan nya. Itu sebab nya seluruh Komite Penanganan Covid 19 dan Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi, baik yang di Pusat mau pun Daerah, haruslah secara sungguh-sungguh menjalankan amanat yang diberikan kepada mereka.

Sensus Pertanian 2023 adalah kegiatan yang cukup penting. Dalam rangka merumuskan kebijakan dan strategi pembangunan di sektor pertanian, kita butuh data terkini terkait dengan struktur pertanian dan perkembangan jumlah petani. Harapan nya, sekalipun semua kalangan terfokus pada penanganan covid 19, namun kita percaya bahwa para penentu kebijakan masih concern terhadap penyelenggaraan Sensus Pertanian 2023. (*Entang Sastaatmadja, Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat).

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close