#iniruangkuHeadLine

Pegiat Lingkungan Soroti Penambang Emas Ilegal di Kaki Gunung Masigit Kareumbi

Mediatataruang.com – Aktivitas penambangan emas ilegal berada di ujung desa, tepatnya di Dusun/Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.

Sejak tambang emas itu ada, sungai di sekitar lokasi tercemar dan sawah mengeras karena airnya tercampur lumpur bekas galian tambang.

Tambang emas itu dilakukan di lahan milik Umar, Kepala Desa (Kuwu) Bangbayang. Tambang emas telah beroperasi pada Mei 2021. Tidak ada pemberitahuan kepada warga, apalagi sampai meminta izin lingkungan.

Pembina Gelap Nyawang Nusantara (GNN), Asep Riyadi mengatakan penambangan emas yang berada di wilayah Taman Buru Masigit Kareumbi BBKSDA Jabar, seyogyanya mendapat hukuman yang berat karena merusak kehidupan dan tatanan kehidupan secara masif.

“Dengan adanya Tambang Emas ilegal. Maka dalam waktu singkat saja. Kalau tidak segera di tindak oleh Gakkum LHK, APH dan intansi pemerintahan terkait, semuanya akan musnah,”ujar Asep melalui tertulisnya, Jumat (29/10/2021)

Lanjut Asep mengungkapkan para penambang ilegal yang akan membuat pemukiman liar tanpa memperhatikan lingkungan dan tataruang yang ada. Akan menimbulkan kerawanan sosial yang akan segera timbul dilokasi tersebut.

“Selagi belum menjadi musibah dan bencana lebih besar dan masif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar areal tambang emas ilegal perlu ditutup,”ungkapnya.

Asep memparkan penambangan emas di kaki Gunung Masigit Kareumbi harus di tutup dan dilakukan proses hukum semua pelakunya.

“Pecat semua pihak yang melakukan pembiaran ilegal tambang emas di wilayah Taman Buru Masigit Kareumbi ataupun di lahan milik masyarakat dan Lainnya,”pungkasnya.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close