#iniruangkuHeadLine

Komitmen Faktor Penting Dalam Melawan Pemanasan Global, Apakah Jokowi Di dukung Kondisi Dalam Negeri ???

Mediatataruang.com – Menggunakan stelan jas warna biru laut, dengan percaya diri Presiden Joko Widodo mengambil waktunya untuk memberikan pidato kewarganegaraannya, tentang situasi proses perbaikan hutan di Indonesia dalam rangka melawan perubahan iklim yang mengancam kehiodupan mahkluk hidup di muka bumi.


“ Deforestasi sudah mampu ditekan dalam posisi terendah dalam 20 tahun terakhir, kebakaran hutan juga turun hingga sampai 82%, Indonesia sangat berkommitment di dalam mencegah kerusakan iklim atas pemanasan global.” Menurut Jokowi di atas podium.

Selanjutnya menurut Jokowi juga bahwa Indonesia telah merehabilitasi ±600.000 hektar hutan mangrove serta merehabilitasi 3,000,000 hektar lahan kritis, terbesar di dunia.


Kemudian Jokowi menambahkan bahwa kommitmen besar dari Indonesia ini juga perlu disambut oleh Negara Negara maju seperti transfer tehnologi dan perdasgangan zat karbon yang fair.

Baca juga Per jam Hutan Indonesia Berkurang Seluas 149,84 Ha


Tentu saja pidado singkat Jokowi ini agak sedikit kontradiktif dengan situasi di dalam negeri di mana menurut laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa semenjak 10 tahun ke belakang, Indonesia kehilangan 149,84 Hektar hutannya dalam hitungan jam saja.

Ditambah lagi dengan kehadiran Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2021, yang memungkinkan semakin mudahnya Indonesia kehilangan hutannya untuk kepentingan investasi, dengan memberikan perubahan kompensasi dari lahan diganti lahan menjadi lahan diganti uang kas dengan jumlah yang sangat kecil.


Komitmen Jokowi untuk berperan serta di dunia dalam menghambat pemanasan global tentu saja wajib didukung, tentunya jugan dengan perbaikan perbaikan yang revolusioner di dalam negeri, mengingat sampai saat ini memang bukan sedikit para pemegang Izin Pinjam Pakai KaPerusahaan perusahaan berplat merah yang masih menunggak pembayaran kompensasi atas lahan hutan yang mereka gunakan untuk kegiatan investasinya.


Kembali lagi ketegasan para pemangku kebijakan memang sangat dibutuhkan dalam rangka mengawal komitmen Indonesia untuk menjadi factor penting di dunia dalam melawan pemanasan global. (*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close