#iniruangkuHeadLine

Miris, Kinerja BPN Kabupaten Bogor Sangat Memprihatinkan

Mediatataruang.com – Sejatinya Badan Pertanahan Nasional adalah lembaga yang dikhususkan mengurusi tentang pertanahan di tanah air yang menghasilkan produk hukum berupa Sertifikat Tanah.

Hal ini sesuai dengan amanat yang terkandung dalam Perpres No 17 Tahun 2015 tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

“Yang memiliki tugas menyelenggarakan urusan di bidang agraria dan tata ruang, sehingga pada dasarnya memiliki fungsi sebagai Pelayanan di Bidang Pertanahan di masyarakat,” isi dari perpres tersebut.

Pembinana Gelap Nyawang Nusantara, Asep Riady mengatakan dalam kenyataan dilapangan sangatlah berbeda, boleh dikatakan Jauh Panggang dari Api.

“Terutama menyangkut kinerja kantor Pertanahan Kabupaten Bogor sangat jauh dari melayani dan profesional sebagaimana motto ATR/BPN,”ujar Asep dari rilis tertulisnya, Kamis (4/11/2021)

Lanjut Asep mengungkapkan dengan banyaknya tunggakan yang belum diselesaikan oleh kantor Pertanahan BPN Kabupaten Bogor baik itu pelayanan penerbitan Sertifikat/Pengakuan Hak, Balik Nama Sertifikat, Pengukuran Kadastral dan bahkan ROYA yang bisa diselesaikan dengan 1 hari, kenyatannya bisa lebih dari 1 minggu bahkan lebih.

Sebagai salah satu contoh kasus, ada permohonan hak pertama kali dari tahun 2015 sampai dengan saat ini tidak selesai.

“Ketika di konfirmasi ke layanan Costumer Service dan mengarahkan ke petugas di dalam, jawabannya di luar logika, bahwa berkas tidak ada dan tidak ditemukan,”ungkap Asep.

Sedangkan dalam system sudah sangat jelas bahwa berkas tersebut mandek di bagian pengukuran dan pada kenyataanya memang sudah dilakukan pengukuran oleh Petugas Ukur.

“Kemudian kembali dibuat kaget dan bingung, mereka (pihak BPN kabupaten Bogor) menanyakan siapa pak pada waktu itu yang mengukurnya?,”paparnya.

Bahkan diantrian selanjutnya ada bapak-bapak yang begitu emosi, bahwa permohonan yang diajukan sudah dari tahun 2018 tetapi setelah melakukan pengecekan, bahwa tanda terima nya diragukan di kantor Pertanahan, sedangkan produk tersebut adalah produk dari BPN Kabupaten Bogor.

Dan ketika ditanya kenapa hasil di Aplikasi Sentuh Tanahku dengan pengecekan dikantor berbeda ?

“Jawabannya karena di aplikasi hanya untuk dorongan
system saja. Sungguh bikin miris. Jadi kalau sudah seperti ini, salah siapa atau tanggung jawab siapa ?.”sebutnya.

Asep menyebutkan mengingat saat ini ada Kantor Perwakilan BPN Bogor di Cileungsi dan sudah mulai bisa melaksanakan aktivitas pelayanan kepada masyarakat dibidang pertanahan.

“Tapi sekali lagi, masyarakat sering di ombang-ambing dengan adanya peralihan kantor tersebut. Ditanya di Kantor BPN Cileungsi belum ada pelimpahan dari Kantor BPN Kabupaten Bogor, ditanya di Kantor BPN
Kabupaten Bogor Berkasnya tidak ada dan seribu alasan lainnya,”ujarnya.

Sampai kapankah BPN bisa menyentuh dan betul-betul melayani masyarakat dibidang pertanahan.**

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close