#iniruangkuHeadLine

Fakta Dibalik Banjir Bandang Kota Batu Jatim

Mediatataruang.com – Bencana banjir yang terjadi di wilayah Kota Batu Kecamatan Bumiaji akibat kerusakan lahan di sisi Utara Kota Batu yang saat ini marak pembangunan kawasan perumahan baru dan pembukaan lahan untuk pertanian sayur mayur dan Porang.

Berikut beberapa fakta dibalik banjir bandang Kota Batu Jatim :

  1. Tahura Raden Soerjo

Wilayah Taman Hutan Raya ini secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Jadi wajar kalau ada yang mengklaim kawasan tersebut masuk dalam Malang Raya.

Penataan batas ulang dilakukan oleh Departemen Kehutanan pada tahun 1997, seluas 27.868,30 Ha, dengan rincian luas Kawasan Hutan Lindung 22.908,3 Ha, dan Kawasan Cagar Alam Arjuno-Lalijiwo (PHPA) 4.960 Ha

Selama 20 tahun terakhir, ribuan hektare kawasan Tahura R. Soerjo kritis akibat lebih dari 10x kebakaran dan pembalakan liar, puluhan sumber air di lereng Gunung Arjuna yang masuk wilayah, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mati.

Pada pendataan tahun 2010, di kawasan Tahura R. Soerjo ditemukan sebanyak 164 mata air. Data pada tahun 2012 di satu wilayah menyusut drastis menjadi 41 sumber air, kini tersisa 11. Kerusakan kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo dinilai menjadi penyebab matinya sumber-sumber air tersebut.

Di kawasan lereng Gunung Arjuno, juga terdapat mata air Sungai Brantas yang berasal dari simpanan air Gunung Arjuno. Mata air Sungai Brantas terletak di Desa Sumber Brantas, Bumiaji, Kota Batu yang merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo.

  1. Bencana Banjir Bandang

Hutan di kawasan Gunung Arjuno kondisinya makin mengkhawatirkan, kerusakan hutan akibat penebangan liar dan alih fungsi lahan menjadi penyebab utamanya. Akibatnya, tingkat penyusutan lahan juga tak bisa terhindarkan, sehingga bisa mengancam ekosistem kawasan hutan yang semakin rusak.

Pada bagian wilayah kabupaten Pasuruan, semakin masif degradasi lingkungannya, pernah terjadi banjir bandang di area air terjun dikawasan Tretes yang juga merupakan bagian dari lereng gunung Arjuno. Pada tahun 2010 terjadi banjir bandang yang menenggelamkan 7.000 rumah tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, disebabkan rusaknya hutan lindung di lereng Gunung Arjuno.

Banjir bandang yang rutin terjadi di Pasuruan, terjadi karena hutan di lereng Gunung Arjuno terbuka sehingga tak bisa menahan air hujan. Akibatnya, air hujan langsung memenuhi sejumlah sungai yang kawasan hulunya berada di lereng Gunung Arjuno.

Tahun ini kebagian dari wilayah Kota Batu yaitu Kecamatan Bumiaji yang mendapat limpahan banjir bandang akibat kerusakan lahan di sisi Utara Kota Batu yang saat ini marak pembangunan kawasan perumahan baru dan pembukaan lahan untuk pertanian sayur mayur dan Porang.

  1. Fakta Keharusan Melindungi

Tahura Raden Soerjo ditetapkan sebagai kawasan konservasi sejak 1992 melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1992. Sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2002, kawasan konservasi itu bertujuan melestarikan plasma nutfah hutan Indonesia dan terbinanya koleksi tumbuhan dan satwa.

Gunung Arjuno telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada 2015. Sehingga, pemulihan ekosistem Gunung Arjuno tersebut perlu segera dilakukan.

  1. Pray for Kota Batu
    Bukan hanya doa, tapi lebih kepada menggugah, mengadu, dan memprotes pengelolaan kawasan yang semakin tidak baik.

Pengelolaan kawasan hutan sesuai dengan Undang-Undang dilaksanakan oleh pemerintah pusat dalam hal ini pengampu kehutanan di kementrian kehutanan, bertanggung jawablah dengan amanah yang telah diberikan. (*Juniar Ilham)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close