#iniruangkuHeadLine

Dirjen PDASHL Apresiasi Para Komunitas Bersama KPH Bandung Utara Gelar Tanam Pohon di Wisata Cikole

Mediatataruang.com – Kabut Indonesia bekerjasama dengan Perhutani KPH Bandung Utara bersama 43 komunitas peduli lingkungan se Bandung Raya melakukan penanaman pohon di kawasan wisata Cikole Kabupaten Bandung Barat, Minggu (7/11/2021).

Hadir dalam penanaman pohon tersebut Dirjen PDASHL KLHK, Kepala BPDASHL Citarum Ciliwung, Kepala Dinas Kehutanan Jabar, Kepala Adm KPH Bandung Utara, BPBD, Kabut Indonesia dan 43 komunitas se Bandung Raya.

Ketua Kabut Indonesia, Beni Rubini mengatakan pasca kejadian banjir bandang dan longsor di wilayah Cikole. Kami tergugah untuk membantu masyarakat cikole dengan melakukan penanaman pohon di kawasan wisata Cikole.

“Awalnya kami akan melakukan pembersihan sampah dan penanaman pohon. Namun karena TPA Sarimukti ditutup jadi pembersihan sampah kami tunda, soalnya nanti sampahnya tidak bisa diangkut karena semua armada sampah sudah terisi,”ujarnya.

Dirjen PDASHL KLHK, Helmi Basalamah mengungkapkan saya selaku perwakilan dari kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sangat mengapresiasi dan bangga atas kepedulian masyarakat dan komunitas terhadap lingkungan.

“Kami bangga bisa berkumpul dengan pejuang pejuang lingkungan hijau dan peduli sampah. Kami dari kementerian LHK, mari kita bangun komunitas ini untuk berkelanjutan,”ungkapnya.

Ada tiga hal mengenai bencana ini yang pertama bencana diakibatkan karena faktor pemicu yaitu hujan.
Curah hujan sudah memperingatkan kita agar senantiasa waspada akan adanya banjir atau longsor.

Ke dua yaitu faktor topografi, dimana topografi saat ini sudah tidak beraturan karena kerusakan lingkungan. Sehingga sudah tidak bisa diprediksi lagi akan datangnya bencana.

“Selanjutnya yang ke tiga pengelolaan ruang, ini diperlukan pemanfaatan ruang yang harus kita jaga, jangan sampai merusak alam,”paparnya.

Harapan Kami adalah ini narasi kita yang begitu banyak luar biasa, setiap orang saya yakin 3 – 4 orang di belakangnya. Misalnya ada seribu orang maka ada empat ribu orang di belakngnya.

“Jadi banyaknya orang makin meningkat dari empat ribu menjadi sekian kali di belakangnya akan menjadi agen agen dalam rangka menjaga lingkungan untuk kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya.**

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close