#iniruangkuHeadLine

Sampah Menumpuk, Bandung Saat Ini Tak Seindah Kata Dilan

Mediatataruang.com – Kota Bandung dan sekitarnya terancam menjadi lautan sampah dampak dari penghentian sementara aktivitas pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

Diketahui, TPA tersebut merupakan tempat membuang sampah dari kawasan Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, termasuk KBB.

Akibat persoalan yang disebabkan habisnya bahan bakar minyak (BBM) untuk alat berat di TPA Sarimukti itu, sampah di kawasan Bandung Raya, khususnya Kota Bandung kini mulai menumpuk tak terangkut

Informasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi melalui UPT PSTR Propinsi Jabar sebagai pengelola TPA Sarimukti, menyebutkan bahwa bahan bakar minyak (BBM) untuk kegiatan operasional Loader di TPA Sarimukti telah habis.

Menurut informasi dari DLH Provinsi, anggaran tersebut terasionalisasi untuk penanggulangan Covid-19. Hal ini berdampak kepada antrian panjang truk pengangkut sampah dari 4 kabupaten/kota, kurang lebih sepanjang 5 Km dari gerbang TPA Sarimukti.

Hingga tanggal 6 November 2021 lalu, terdapat 57 truk kota Bandung yang tertahan di antrian menuju TPA Sarimukti, sedangkan sisa truk berada di masing masing pool dan TPS di kota Bandung dengan kondisi TPS penuh.

Akibat dari kejadian tersebut, terjadi penumpukan sampah pada TPS, pool dan container mobile di seluruh kota bandung hari ini dan mungkin beberapa hari kedepan.

Menurut Kadis LH Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. Prima Mayaningtyas, M.Si mengatakan untuk tambahan anggaran BBM sudah ada di anggaran perubahan, yang baru dilaksanakan setelah pengesahan APBDP di pertengahan November 2021.

Saat ini, LH Provinsi sedang mengupayakan untuk pengiriman BBM dari Pertamina, meskipun untuk pembayaran ke Pertamina menunggu pengesahan APBDP. Mudah2an dapat cepat dilakukan pengiriman BBM untuk operasional loader di TPA Sarimukti.

Untuk antisipasi penumpukan lebih banyak lagi di TPS ataupun Container Mobile, LH Provinsi akan mengimbau kepada masyarakat untuk sementara menahan membuang sampahnya ke TPS/container mobile.

Antisipasi lainnya, lanjut Prima mengatakan terkait dampak bau yang ditimbulkan dari tumpukan sampah yang menumpuk pada TPS/container mobile akan digunakan penghilang bau seperti minyak sereh, karbol dan lainnya.

“Selain itu juga untuk memaksimalkan penataan ruang yang masih kosong di lokasi TPS apabila terjadi penumpukan yang tidak terhindarkan,”pungkasnya

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close