#iniruangkuHeadLine

Maraknya Alih Fungsi Lahan di Kawasan Ciater Subang, FK3I Pertanyakan Kewenangan PTPN

Mediatataruang.com – Beredarnya Video dengan durasi singkat, menunjukan penampakan terindikasi Macan Tutul yang berada di kawasan eks HGU PTPN VIII yang dialihfungsi menjadi wisata oleh pengembang.

Di situasi musim penghujan banyak kejadian banjir dan longsor akibat alih fungsi kawasan perkebunan dan kehutanan sekitar wilayah Ciater kami memandang penting pihak penegak hukum memeriksa beberapa hal diantaranya.

“Izin yang dikeluarkan oleh pihak pengelola dalam hal ini PTPN. Dari informasi yang didapat, kewenangan PTPN dalam mengerjasamakan kawasan dimana kawasan tersebut di indikasi sudah habis perpanjangannya,”ujar Dedi Kurniawan Ketua FK3I Jawa Barat, dalam rilis tertulisnya, Minggu (14/11/2021).

Sepengetahuan kami, lanjut Dedi mengatakan apabila Izin HGU PTPN sudah habis bisa diusulkan perpanjangan dan ini yang harus kita pastikan kewenangan Pihak PTPN di kawasan Ciater. Sedangkan HGU PTPN adalah kawasan perkebunan yang ditambah banyak pepohonan.

Dedi memaparkan tidak seperti kawasan lain yang seluruhnya kebun teh dan sejenisnya sehingga kawasan tersebut mempunyai nilai ekologi tinggi dan terdapat ekosistem di dalamnya. Seperti sumber mata air dan sumberdaya tampung air serta kekayaan ekosistem lainnya.

“Maka dari itu kami meminta penindakan pelanggaran apabila hal di atas para pihak (PTPN dan Pengembang) belum membuktikan legal aspek yang jelas,”paparnya

“ATR BPN harus bertanggung Jawab. Penegak Hukum juga tampak abai selaras dengan pihak Pemerintah Daerah. Ini terindikasi ada pelanggaran administratif dan pelanggaran kelola kawasan,”tambahnya.

Maka FK3I Jawa Barat meminta para pihak untuk segera turun ke lapangan, termasuk BBKSDA Jawa Barat untuk memeriksa Fauna eks Situ yang menjadi identitas Provinsi Jawa Barat tersebut.

“Kami sudah laporkan terkait penampakan tersebut ke pihak BBKSDA untuk diidentifikasi. Namun kami menuntut PTPN dan Pemda serta APH turun tangan dalam memeriksa alih fungsi yang terjadi,”pungkasnya.Kus

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close