#iniruangkuHeadLine

Alsintan Bantuan Bagi Petani

Mediatataruang.com – Bantuan alat dan mesin pertanian merupakan salah satu kebijakan yang diambil oleh Pemerintah sebagai upaya untuk membantu petani agar dapat meningkatkan produksi sesuai yang ditargetkan oleh Pemerintah untuk mendukung tercapainya swasembada pangan.

Tujuan utama dari pemanfaatan alsintan (prapanen) adalah mempersingkat waktu pengolahan tanah mempercepat penanaman sehingga ada keserempakan waktu tanam maupun keserempakan waktu panen. Alsintan merupakan kebutuhan yang perlu disiapkan agar produksi dan produktivitas dapat ditingkatkan.

Dalam beberapa tahun belakangan ini yang nama nya bantuan alat mesin pertanian (alsintan), kerap kali menjadi bahan pergunjingan orang. Suara yang muncul ke tengah-tengah kehidupan, umum nya terdengar sumbang. Pandangan ini, biasa nya berkumandang, karena ada kelucuan-kelucuan dalam penyelenggaraan nya di lapangan.

Bantuam alsintan yang diterima kelompok tani atau gabungan kelompok tani, ada kala nya tidak sesuai yang diinginkan petani. Petani mau nya alat pengering gabah, yang datang malah hand tractor. Akibat nya wajar kalau bantuan yang diterima nya pun tidak dapat digunakan secara optimal. Bahkan ada juga yang mangkrak.

Gambaran semacam ini, sebetul nya bukan hanya terjadi di satu daerah. Namun kalau kita mau untuk jalan-jalan ke beberapa Kelompok Tani atau Gabungan Kelompok Tani, dijamin halal, kita akan temukan hal yang serupa. Kalau orang Sunda bilang banyak petani yang “teu mais teu meuleum”. Arti nya tidak diajak bincang-bincang dulu, tiba-tiba disuruh menerima bantuan itu.

Pemberian bantuan alsintan bagi petani, kini tidak lagi hanya diberikan oleh Kementerian Pertanian, tetapi di beberapa tempat kita saksikan juga afa anggota DPR yang tampak sibuk memberikan bantuan tersebut. Arti nya, dalam konteks kekinian yang disebut dengan bantuan alsintan bagi petani, terekam sudah diwarnai oleh sentuhan-sentuhan politis.

Sebenar nya, siapa pun yang akan memberi bantuan alsintan kepada petani, tidaklah terlampau penting untuk dipersoalkan. Mau dari kalangan Pemerintah atau pun jajaran Wakil Rakyat, baik-baik saja dilakukan. Selama bantuan itu dibutuhkan petani dan memiliki nilai manfaat bagi upaya peningkatan produksi sekaligus juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani, sangatlah perlu untuk diapresiasi.

Masalah nya adalah apakah bantuan yang diberikan itu, sesuai dengan yang diinginkan dan dibutuhkan para petani ? Atau dalam fakta nya lebih ditentukan oleh mau nya oknum-oknum yang menfatas-namakan petani. Inilah yang patut diselami lebih dalam lagi.

Seabreg bantuan alsintan yang digelontorkan kepada petani, bukanlah yang pertama kali ditempuh. Sejak Pemerintahan Orde Baru pun, Pemerintah telah memasukan bantuan alsintan ini sebagai bagian yang tak terpusahkan dari APBN. Arti nya, pemberian bantuan alsintan bagi petani, sumber pembiayaan nya berasal dari “uang rakyat” sendiri.

Bukan uang nya Kementerian Pertanian atau pun uang nya DPR. Itu sebab nya, mengingat anggaran yang dipakai adalah uang rakyat, maka dalam pelaksanaan nya pun penting digarap secara sungguh-sungguh. Tugas kita bersama untuk menjewer nya manakala terdengan ada oknum-oknum yang akan menyalah-gunakan nya.

Dicermati secara seksama, program bantuan alsintan bagi petani, kini sudah waktu nya untuk dipantau lebih serius. Kita tidak boleh membiarkan bantuan tersebut berjalan dengan begitu saja. Muncul nya suara-suara sumbang terhadap pelaksanaan bantuan alsintan di lapangan, membuat kita harus mampu menjawab nya.

Catatan kritis yang dapat disampaikan adalah apakah betul bantuan alsintan yang sekarang ini diberikan kepada petani, sudah tidak sesuai lagi dengan aspirasi para petani ? Apakah benar, program bantuan alsintan bagi petani hanya sekedar untuk mengejar target dan mengejar “gula-gula” nya pula ?

Jawaban atas pertanyaan diatas, sungguh cukup menarik untuk kita dengar. Hanya, akan lebih afdol bila dilakukan sebuah evaluasi total terhadap penyelenggaraan program bantuan alsintan bagi petani itu sendiri. Yang penting untuk dievaluasi tentu saja akan berkaitan dengan paradigma bantuan alsintan bagi petani.

Apakah saat ini, para petani masih membutuhkan alsintan yang berhubungan dengan teknik budidaya tanaman an sih ? Atau tidak, dimana yang lebih dibutuhkan petani adalah alsintan yang lebih berhubungan dengan teknologi paska panen ? Misal alat pengering gabah, mesin penggilingan padi skala mini dan lain sebagai nya.

Bantuan alsintan bagi petani, memang harus tetap diberikan. Masalah nya adalah kita perlu pandai-pandai mencari alsintan apa yang diingunkan para petani ? Pendekatan pemberian bantuan sudah saat nya ditunjau ulang. Jangan sampai bantuan alsintan yang diberikan kepada petani hanya berbasis keinginan Pemerintah. Namun, yang harus dilakukan tentu yang diinginkan petani. (*Entang Sastraatmadja)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close