#iniruangkuHeadLine

Pentingnya Kesadaran Pengelolaan Pesisir Secara Terpadu

Mediatataruang.com – Perairan wilayah pesisir merupakan sebuah potensi ekosistem yang dapat dikatakan sangat produktif. akan tetapi dibalik potensi tersebut, sering menimbulkan dampak negatif terhadap potensi sumber daya bahari akibat adanya kegiatan pembangunan tak terkendali.

Timbulnya aktivitas dalam pemanfaatan sumber daya alam, seperti kegiatan industri, pertanian, perikanan, pertambangan, dan pariwisata yang sering kali menimbulkan masalah, sehingga tidak jarang nilai manfaat pada ekosistem pesisir mengalami degradasi atau menurun.

Aktifitas yng dilakukan tak jarang menimbulkan limbah bahan pencemar yang membahayakan kehidupan ekosistem perairan laut di wilayah pesisir, hal tersebut akan berdampak buruk terhadap eksistensi kelestarian lingkungan serta mengancam keberlangsungan lapangan pekerjaan para nelayan dan petambak.

Hal tersebut diatas tak jarang karena dilatar belakangi karena masih kurangnya tingkat kesadaran serta pada tingkat pendidikanmasyarakat pada kawasan pesisir terhadap dampak yang ditimbulkan akibat kerusakan ekosistem di wilayah pesisir.

Kondisi tersebut jika tidak dikelola dengan baik akan dengan sangat mudah mendorong timbulnya perilaku yang dapat merusak lingkungan wilayah pesisir. Salah satu ekosistem wilayah pesisir yang paling terdampak pada keberadaan hutan mangrove.

Kerusakan lingkungan daerah pesisir ditandai dengan menurunnya luas kawasan hutan mangrove membutuhkan perhatian serius dalam masalah lingkungan. Upaya kesadaran akan kondisi ini berawal dari kondisi dimana, mangrove mempunyai peranan penting dalam kejadian banjir pasang musiman dan sebagai pelindung wilayah pesisir. Selain hal di atas, kawasan mangrove mempunyai peran dapat mendukung rantai kehidupan seperti satwa yang terancam punah, satwa langka, bangsa burung dan juga perikanan laut dangkal.

Kondisi kerusakan dan pengurangan sumber daya pesisir tersebut jika dibiarkan terus berlangsung akan mengurangi bukan hanya produksi dari darat dan perairan, serta habitat satwa liar, dan sekaligus mengurang keanekaragaman hayati, juga akan merusak stabilitas lingkungan hutan pantai.

Mangrove sangat penting artinya dalam pengelolaan sumber daya pesisir. Fungsi mangrove yang terpenting bagi daerah pantai adalah menjadi sebuah penghubung antara daratan dan lautan. Tumbuhan, hewan benda-benda lainnya, dan nutrisi tumbuhan ditransfer ke arah daratan atau ke arah laut melalui mangrove.

Mangrove berperan sebagai filter untuk mengurangi efek yang merugikan dari perubahan lingkungan utama, dan sebagai
sumber makanan bagi biota laut terutama kawasan pantai dan biota darat. Jika mangrove tidak ada maka produksi laut dan pantai akan berkurang signifikan.

Jika dilihat dari ekosistem mangrove hanya didapati di daerah tropik dan sub-tropik. Ekosistem mangrove dapat berkembang dengan baik pada lingkungan dengan ciri-ciri ekologi sebagai berikut:
(a). Jenis tanahnya berlumpur, berlempung atau berpasir dengan bahan-bahan yang berasal dari lumpur, pasir atau pecahan karang;
(b). Lahannya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari maupun hanya tergenang pada saat pasang purnama. Frekuensi genangan ini akan menentukan komposisi vegetasi ekosistem mangrove itu sendiri;
(c). Menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat (sungai, mata air atau air tanah) yang berfungsi untuk menurunkan salinitas, menambah pasokan unsur hara dan lumpur;
(d). Suhu udara dengan fluktuasi musiman tidak lebih dari 5ºC dan suhu rata-rata di bulan terdingin lebih dari 20ºC;
(e). Airnya payau dengan salinitas 2-22 ppt atau asin dengan salinitas mencapai 38 ppt;
(f). Arus laut tidak terlalu deras;
(g). Tempat-tempat yang terlindung dari angin kencang dan gempuran ombak yang kuat;
(h). Topografi pantai yang datar/landai.

Beberapa fungsi ekosistem mangrove:
(a). Ekosistem mangrove sebagai tempat asuhan (nursery ground), tempat mencari makan (feeding ground), tempat berkembang biak berbagai jenis krustasea, ikan, burung, biawak, ular, serta sebagai tempat tumpangan tumbuhan epifit dan parasit seperti anggrek, paku pakis dan tumbuhan semut, dan berbagai hidupan lainnya;
(b). Ekosistem mangrove sebagai
penghalang terhadap erosi pantai, tiupan angin kencang dan gempuran ombak yang kuat serta pencegahan intrusi air laut;
(c). Ekosistem mangrove dapat membantu kesuburan tanah, sehingga segala macam biota perairan dapat tumbuh dengan subur sebagai makanan alami ikan dan binatang laut lainnya;
(d). Ekosistem mangrove dapat membantu perluasan daratan ke laut dan pengolahan limbah organik;
(e). Ekosistem mangrove dapat dimanfaatkan bagi tujuan budidaya ikan, udang dan kepiting mangrove dalam keramba dan budidaya tiram
karena adanya aliran sungai atau perairan yang melalui ekosistem mangrove;
(f). Ekosistem mangrove sebagai penghasil kayu dan non kayu;
(g). Ekosistem mangrove berpotensi untuk fungsi pendidikan dan rekreasi.

Potensi ekonomi mangrove diperoleh dari tiga sumber utama yaitu hasil hutan, perikanan estuarin dan pantai (perairan dangkal), serta wisata alam. Selain itu mangrove memainkan peranan penting dalam melindungi daerah pantai dan memelihara habitat untuk sejumlah besar jenis satwa, jenis yang terancam punah dan jenis langka yang kesemuanya sangat berperan dalam memelihara keanekaragaman hayati di wilayah tertentu.

Ekosistem mangrove sangat peka terhadap gangguan dari luar terutama melalui kegiatan reklamasi dan polusi. Waryono (1973); Saenger et al. (1983), dan Kusmana (1993) melaporkan bahwa ada tiga sumber utama penyebab kerusakan ekosistem mangrove, yaitu:
(a) pencemaran,
(b) penebangan yang berlebihan/tidak terkontrol, dan
(c) konversi ekosistem mangrove yang kurang mempertimbangkan factor lingkungan menjadi bentuk lahan yang berfungsi non-ekosistem seperti pemukiman, pertanian, pertambangan, dan pertambakan.

Karena tekanan pertambahan penduduk terutama didaerah pantai, mengakibatkan adanya perubahan tata guna lahan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan, hutan mangrove dengan cepat menjadi semakin menipis dan rusak diseluruh daerah tropis. Kebutuhan yang seimbang harus dicapai diantara memenuhi kebutuhan sekarang untuk pembangunan ekonomi di suatu pihak, dan konservasi sistem pendukung lingkungan di lain pihak.

Tumbuhnya kesadaran akan fungsi perlindungan, produktif dan socio-ekonomi dari ekosisitem mangrove di daerah tropika,
dan akibat semakin berkurangnya sumber daya alam tersebut, mendorong terangkatnya masalah kebutuhan konservasi dan kesinambungan pengelolaan terpadu sumber daya-sumber daya bernilai tersebut.

Mengingat potensi multiguna sumber daya alam ini, maka merupakan keharusan bahwa pengelolaan hutan mangrove didasarkan pada ekosistem perairan dan darat, dalam hubungan dengan perencanaan pengelolaan wilayah pesisir terpadu.

Kompleksitas sistem pada wilayah pesisir baik pada sumberdaya alam yang terkandung didalamnya maupun masyarakatnya tentu
memerlukan suatu pengelolaan yang tepat, guna menjaga kelestarian sumberdaya alam tersebut.

Secara manajemen, konsep pengelolaan pesisir secara terpadu merupakan konsep pembangunan terpadu, yang melibatkan semua pemangku kepentingan (pemerintah, masyarakat, dan swasta) di kawasan pesisir sehingga konsep ini dapatmerepresentasikan perubahan pendekatan pembangunan di
kawasan pesisir dari reaksioner dan berorientasi pada masalah menjadi terencana, bersifat mendahului, dan menggunakan pendekatan pengelolaan.

Berdasarkan acuan pengelolaan kawasan pesisir, konsep pengelolaan pesisir secara terpadu, para pengambil kebijakan di wilayah pesisir dapat mengelola pembangunan yang sifatnya multisektor berserta dampak kumulatifnya dalam batas-batas keseimbangan yang dapat ditoleransi oleh masyarakat dan lingkungan (daya dukung lingkungan dan sosial). Keseimbangan dicapai melalui tiga komponen penting yaitu :

  1. Keseimbangan ekologis,
  2. Keseimbangan pemanfaatan, dan
  3. Keseimbangan dalam pencegahan bencana (mitigasi).

Ketiga aspek tersebut sangat penting untuk diperhatikan karena saling mempengaruhi dan berkaitan satu dengan lainnya. (*Juniar Ilham Prd)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close