#iniruangkuHeadLine

Bupati Garut Harus Berkaca Kejadian Banjir Lalu

Mediatataruang.com – Boleh dibilang bahwa pemerintah Kabupaten Garut itu tidak berkaca kepada pengalaman waktu banjir bandang tahun 2016, yang mana pada saat banjir bandang di Garut saat itu yang menewaskan ratusan orang. situasi cuacanya kejadian banjir bandang di ci tengah dan Sukawening banyak beralih fungsinya, lahan hijau menjadi kuning secara existing apa lagi?

Saya dapat info dari kawan-kawan di Garut, bahwa diatas banyak kawasan wisata, yang dipegang langsung proyek tersebut yang katanya proyek pembangunan milik Bupati Garut. Pertama karena berubah fungsi lahan, yang kedua yang intensitas hujan yang sangat tinggi seharusnya Bupati Garut belajar dari kejadian banjir bandang yang lalu, yaitu mengaudit kawasan Wisata.

Berkaca keKejadian banjir bandang yang lalu, berapa rencana yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat dan Kabupaten Garut, semua tidak jalan, yang jalan adalah semua rame berikan izin tempat wisata dan lain-lain.

Untuk kejadian di Garut yang harus bertanggung jawab dan mungkin bisa didorong ke wilayah pidana itu adalah Bupati Garut.

Kejadian banjir bandang Cimanuk yang yang lalu, Seharusnya Pemerintah Garut audit semua aspek atau tegas dalam penegakan hukum, banyak beberapa pelanggaran tata ruang di Garut, kawasan Semarang, daerah Cikuray dan lain-lain. pelanggar pelanggaran tata ruang itu tidak ditindak, sehingga banyak investor merasa bisa senaknya membangun tempat wisata secara ugal-ugalan melakukan Pembangunan, tanpa memperhitungkan daya dukung ekologisnya.

Kejadian di Garut ini Harusnya menjadi cerminan buat kota Bandung, khususnya Walikota Bandung dan Bupati Bandung. karena banyak juga kawasan-kawasan di kota Bandung dan kabupaten Bandung yang nama bahasa Sunda nama “Hariwang Ken” Kalau hujannya tinggi. Tidak menutup kemungkinan mengulang kembali banjir bandang ataupun longsor, yang dulu pernah terjadi di Cicaheum, Ujung Berung dan lain-lain. (*Utun)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close