#iniruangkuHeadLine

Masihkah Bulug “Mencintai” Petani?

MASIHKAH BULOG “MENCINTAI” PETANI ?

Mediatataruang.comBULOG dan PETANI. Itulah dua kata yang selalu menarik untuk dibincangkan. BULOG dikenal sebagai lembaga parastatal yang pada jaman nya dimaknai sebagai Badan Urusan Logistik. Sedangkan PETANI sendiri dikenali sebagai pahlawan pangan. PETANI inilah yang memberi makan seluruh warga bangsa. PETANI selalu ikhlas bercocok-tanam, pergi ke sawah guna mencari keberkahan. PETANI tidak pernah meminta bayaran berlebih jika mereka melakoni pekerjaan nya. Yang mereka tuntut, kapan negara akan mensejahterakan kehidupan nya.

Ada pandangan, “persaudaraan” Perum BULOG dengan petani di masa kini, sungguh jauh berbeda ketika BULOG masih menjadi lembaga parastatal. Saat ini, Perum BULOG seolah-olah harus tampil dengan dua wajah yang berbeda. Di satu sisi, harus hadir sebagai lembaga bisnis yang profesional dan di sisi lain, Perum BULOG dituntut untuk menjalankan fungsi tanggungjawab sosial nya. Sebuah dilema, memang !

Senafas dengan sejarah kelahirannya, BULOG memang dirancang untuk selalu “dekat” dengan petani. BULOG dititipi amanah untuk melindungi petani. BULOG harus menjadi pembela petani. BULOG diseiapkan untuk selalu bersahabat dengan petani. Para perintis dan mereka yang punya gagasan mendirikan BULOG, tidak sebersit pun tercatat dalam nurani mereka untuk menjadikan BULOG sebagai “musuh petani”. BULOG adalah inheren dengan jiwa kaum tani.

Oleh karena itu, akan terasa menggelikan, jika kemudian muncul opini bahwa kiprah BULOG saat ini, tidaklah senafas dengan aspirasi kaum tani. Terlebih-lebih bila lahir sebuah vonis yang secara tegas menandaskan bahwa BULOG sekarang sangat tidak berpihak pada “need” dan “will” para petani. BULOG seperti yang bersebrangan dengan aspirasi kaum tani. Bahkan tidak sedikit ada yang berkesimpulan, BULOG hari ini lebih mengedepankan nilai ekonomi perusahaan nya ketimbang nilai-nilai kehidupan para petani.

Semangat yang menyatakan kedekatan BULOG dengan petani, kelihatannya harus tetap digemakan dan digaungkan terus-menerus. Nilai-nilai kebersamaan antara BULOG dan Petani, perlu terus dikampanyekan kepada Pimpinan Perum BULOG, yang kini umum nya bukan lagi metupakan orang BULOG asli. Segudang bukti, baik yang berwujud secara fisik mau pun dalam bentuk cita-cita, sudah waktunya dibeberkan kepada masyarakat.

BULOG tidak dilahirkan untuk menjadi pengkhianat kaum tani. BULOG tidak disiapkan tampil menjadi lembaga yang berkiprah untuk menyengsarakan petani. Dan kita pun tentu akan mengutuk keras jika selama ini berkembang kehendak dari sekelompok orang yang sepertinya ingin memarjinalkan BULOG sebagai lembaga pangan yang keberadaannya telah dirasakan oleh petani.

Segenap anak bangsa di tanah merdeka ini, mestilah memahami dengan benar tentang bagaimana sebetulnya latar belakang dan nilai normatif keberadaan BULOG di republik ini. BULOG tetap harus menjadi pelindung dan pembela petani. Idealisme yang cukup sakral tersebut, tentu harus dilestarikan dan senantiasa melekat dalam setiap sosok anak bangsa. Atas hal yang demikian, wajar bila ditegaskan “bersama BULOG kita wujudkan kehidupan petani yang sejahtera.

Pencerahan sekaligus juga pencerdasan tentang ruh bahwa BULOG adalah bagian integral dari kehidupan petani, dimana salah satu tugas esensialnya adalah berjuang habis-habisan untuk dapat berperan sebagai pembela dan pelindung kaum tani, pasti bukan hanya tercatat di atas kertas. Tidak juga hanya sekedar catatan dokumentasi dalam lembaran negara semata. Apalagi jika hanya sekedar pemanis pidato para petinggi negeri ini, demi memperoleh dukungan dan simpati masyarakat semata.

Justru yang lebih dimintakan adalah bagaimana langkah kita agar semangat ini dapat diejawantahkan dalam kehidupan nyata di lapangan ? Bagaimana kemampuan para perintis, pendiri, pejuang dan generasi penerus BULOG agar tetap menghangatkan dan mengaktualkan nilai-nilai luhur dari kehadiran “lembaga parastatal” di negeri ini ?

Sampai sejauh mana pula para pengelola BULOG sekarang mampu memberi bukti bahwa lembaga yang dikelolanya itu, sungguh-sungguh berkiprah demi kesejahteraan petani pada khususnya dan masyarakat pada umumnya ? Benarkah para Direksi Perum Bulog sekarang, yang umum nya bukan orang Bulog asli, bakalan mampu menghayati apa sebetul nya marwah BULOG itu sendiri ?

Apakah para perencana BULOG masa kini, masih memiliki hubungan emosional dengan masa lalu tatkala BULOG ini didirikan; ataukah sudah mengalami pergeseran sebagai dampak nyata dari berubahnya status BULOG, dari Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) menjadi Perusahaan Umum (PERUM) ? Apakah Perum Bulog penting untuk direvitalisasi agar para pengelola nya memiliki “darah baru” (giving a new life” dalam menjalankan roda organisasi nya ?

Bahkan penting sekali diangkat ke permukaan benarkah para pengelola BULOG saat ini masih tetap akan konsisten dan berjalan diatas track sebagaimana yang puluhan tahun lalu dicanangkan oleh “founding” BULOG itu sendiri ? Benarkah para pemimpin Bulog saat ini masih akan berjuang untuk mensejahterakan petani ?

Inilah barangkali beberapa catatan kecil yang sangat baik untuk dijadikan bahan renungan serta telaahan kita bersama. Bulog sekali pun kini hanya sebuah ikon, rasa-rasa nya kita tetap optimis bahwa persahabatan nya dengan petani akan berlangsung sepanjang massa. Bulog tetap akan berjuang untuk kesejahteraan petani.

Dalam rangka mengejawantahkan semangat itulah, dibutuhkan ikhtiar yang komprehensif, terukur, terstruktur dan akuntabel, sehingga makna bertanggungjawab dan bertanggunggugat dapat diwujudkan secara riil. BULOG mesti tetap berjuang bersama petani. BULOG tidak boleh membiarkan petani dengan kesendirian nya. Persaudaraan BULOG dengan petani, tetap harus dijaga dan dipelihara.

Termasuk juga di dalamnya, guna meneropong secara cermat tentang program kemitraan yang selama ini dikembangkan, terutama yang berkaitan erat dengan kesungguhan BULOG untuk tetap melestarikan visi dan misi nya selaku lembaga yang pro petani. BULOG memang harus selalu dekat dan mencintai para petani. (*Entang Sastraatmadja).

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close